Senin, 14 Desember 2020

Self Edu: Lebih baik investasi Reksadana atau Menabung?

Sebelum aku membahas tentang tips investasi reksadana, aku bakal sedikit mengulik tentang investasi itu sendiri. Kenapaaa sih harus investasi?? Kenapa ngga nabung aja??? Here we go,

Tingginya kebutuhan hidup seseorang dan tingkat inflasi di Indonesia dari tahun ke tahun menjadi alasan yang logic kenapa seseorang memutuskan untuk berinvestasi. Bayangkan saja, harga terus meningkat sedangkan pemasukan dan dana tabungan masih tetap sama. Jika beralih ke Investasi, maka investasi akan lebih bisa menjaga nilai rencana keuangan dimasa mendatang. Tidak masalah jika gaji yang diterima hanya berkisar 4-5 juta, asalkan mampu mengelola rencana finansial dengan baik. 

Inflasi membuat nilai uang dalam tabungan kalian semakin berkurang. Loh, kan ada bunga? Faktanya,  suku bunga yang diberikan oleh bank itu tidak mengikuti laju inflasi. Fyi, bunga yang diberikan bank sejatinya hanya mengimbangi efek negatif dari inflasinya saja. Belum lagi nanti ketambahan dosa karena kena ribanya.

“Trus gimana? Apa sebaiknya gausa nabung?”

Ngga dong! Nabung boleh aja tapi investasi juga jangan ditinggal. Saat ini, saving/menabung sudah tidak mampu lagi menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan finansial seseorang di masa depan. Hal ini karena kita tahu bahwa menabung tidak memberikan imbal hasil layaknya berinvestasi.

“Kok bisa gitu?”

Adanya kenaikan tingkat harga (inflasi) yang terjadi setiap tahun akan semakin tinggi, maka kegiatan investasi harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kemampuan daya beli di masa depan. Sebab potensi keuntungan (return/imbal hasil) yang dihasilkan dari kegiatan investasi bisa lebih besar dan mampu melawan inflasi yang terjadi. Tentu saja itu tidak berlaku untuk kegiatan menabung.

Tsadissss ga tuh kalo nulis blog pake statement Karya Tulis Ilmiah gini? wkwkwkw mantap.

Secara garis besar, investasi adalah kegiatan menempatkan sejumlah dana pada instrumen investasi (Mulai dari saham, reksadana, pasar uang, obligasi dan lain sebagainya) dengan harapan akan memperoleh nilai tambah (passive income) dimasa yang akan datang. 

Jika kalian adalah seseorang yang bekerja dan memiliki pendapatan/income, maka secara umum pendapatan itu dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu active dan passive income. Active income bisa diperoleh jika kalian telah melakukan hal-hal tertentu, misalnya bekerja. Sedangkan passive income merupakan pendapatan yang diperoleh dari memanfaatkan materi yang kalian miliki. Passive income dapat datang dengan sendirinya, 'hanya dan hanya jika' kalian telah mendapatkan hasil dari kegiatan investasi atas sejumlah uang/aset. 

Contoh: Pak Abu bekerja sebagai staf dan mendapat gaji bulanan (active income), kemudian Pak Abu mengalokasikan gajinya untuk membangun kos-kosan (dalam hal ini instrumen investasinya berupa bangunan/investasi riil). Setelah terbangun, kos-kosan tersebut disewakan. Nah, pendapatan atas sewa kos bisa disebut sebagai passive income karena Pak Abu memperolehnya tanpa melakukan pekerjaan apapun, melainkan dihasilkan karena kegiatan investasi.

Hmmm enak kan ya? Active income ada, passive income jalan terus. Hihihihihi

Berdasarkan contoh diatas, kita tahu bahwa tidak semua orang bisa mengelola active income layaknya Pak Abu. Belum lagi investasi untuk membangun kos-kosan pasti membutuhkan uang yang besar, artinya tidak cukup 1-5 juta. Ada saja kondisi yang membuat seseorang pesimis untuk bisa memiliki passive income.

“Jangankan untuk investasi, untuk kebutuhan diri sendiri aja masih mepet banget”.

Kalo kondisinya semacam ini, bukan berarti kalian ngga bisa dapet passive income. Masih bisa banget kok, santuy.

“Caranya gimana?”

Mudah aja, kalian tinggal pinter-pinter memilih instrumen investasi yang cocok dengan kondisi keuangan kalian. Dunia perinvestasian membagi jenis investasi menjadi dua yaitu investasi riil dan non riil. Investasi riil merupakan investasi terhadap material seperti emas, property, tanah, bangunan, dan karya seni. Sementara investasi non riil merupakan investasi terhadap produk keuangan seperti saham, reksadana, obligasi, dan pasar uang.

Sesuai judul diatas, kali ini aku bakal bahas investasi reksadana. Dikutip dari website resmi Bursa Efek Indonesia (idx.co.id), Reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh manajer investasi. Yap! Jadi reksadana ini adalah model investasi dengan cara mengumpulkan dana yang dimiliki untuk dikelola dalam berbagai instrumen keuangan.

“Siapa yang mengelola?”

Yang mengelola adalah manajer investasi. Cara kerjanya hampir sama dengan menabung. Bedanya kalo nabung kan duitnya dipercayakan ke bank, kalo reksa dana dipercayakan ke manajer investasi. Manajer investasi inilah yang nantinya akan mengelola dana kita untuk mendapatkan imbal hasil. Salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan mengenai cara investasi reksadana yang menguntungkan adalah memilih manajer investasi yang tepat. Reksadana berarti akan mempercayakan dana yang dimiliki untuk dikelola orang lain. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan tempat investasi yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemilihan manajer investasi juga penting dalam cara investasi reksadana lebih lanjut diantaranya karena masing-masing pasti memiliki fee yang dapat berbeda-beda. Sebelum memastikan pilihan, ada baiknya memahami setiap biaya (expense ratio) yang mungkin dikenakan oleh manajer investasi.


Tampilan Home Aplikasi Bibit.id


“Kenapa harus reksadana?”

Menurutku reksadana itu adalah instrumen investasi yang minim resiko. Kita bisa banget milih manajer investasi yang terpercaya dengan membaca prospektusnya terlebih dahulu. Enaknya, bahkan beberapa platform memberikan fasilitas bebas biaya beli dan jual, uang bisa disetor dan diambil kapanpun karena tidak ada batasan minimal berapa tahun layaknya deposito (3-7 hari bisa balik dan auto masuk ke rekening). Dibandingkan menabung-deposito, reksadana lebih oke karena imbal hasil/return yang diperoleh tidak dipotong pajak. Keuntungan investasi reksadana lainnya adalah kita ngga perlu memulai dari nominal yang besar, bahkan di beberapa platform udah bisa mulai investasi dengan setor 10 ribu rupiah saja.   

“Jadi mana yang lebih baik? Nabung atau Investasi Reksadana?”

Aku sendiri balance yaa. Pro nabung dan juga pro investasi, keduanya sama-sama baik tinggal nanti atur berapa persen nabung, dan berapa persen investasi. Oiya, ada beberapa hal yang musti dicatat sebelum mulai invetasi reksadana. Bisa dibilang ini tips ala-ala deh yaaa:

1.      Pastiin jasa investasi dan manajer investasi yang akan digunakan terdaftar di OJK. Cara ceknya SO EASY, tinggal buka ojk.go.id Pastikan kalo itu bukan lembaga yang bodong. Perhatikan identitas perusahaannya. Nama, alamat, dan lain-lain. Liat apakah perusahaannya fiktif atau enggak.

2.      Pilih manajer investasi yang punya izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reska Dana - orangnya) dan bekerja di perusahaan APERD (Agen Penjual Efek Reksadana - perusahaanya).

3.      Pake aplikasi bibit. Aku menyarankan karena aku juga pake aplikasi ini untuk investasi.  

4.      Yok mulai bangun kebiasaan untuk menyisahkan uang diawal, entah itu untuk investasi/nabung. Kalau aku pribadi menetapkan standar minimal setor 15%-25% dari gaji untuk nabung/investasi. Nah, dari 15% itu dialokasikan lagi berapa % untuk nabung dan berapa % untuk investasi reksadana. Tentu saja, % investasi reksadana lebih besar.  

 Ditulis oleh aku yang mulai rajin top-up untuk nabung ketimbang belanja online,

Selfiana Hanafi 



Continue reading Self Edu: Lebih baik investasi Reksadana atau Menabung?

Kamis, 26 November 2020

, ,

Self Story: Pengalaman TES TOEIC CBT (Apa itu tes TOEIC?)

 

Alhamdulillah pada tanggal 4 November 2020 aku mendapatkan kesempatan untuk ikutan tes International TOEIC gratis. Siapa yang bayarin? Aku dibayarin sama salah satu program PSMK Kemendikbud. Nama programnya SMK English Challenge 2020 – Bantuan Ujian Sertifikasi Internasional Kemampuan Bahasa Inggris dengan TOEIC bagi siswa SMK. Program ini tuh udah ada sejak tahun 2016, trus kebetulan untuk tahun ini  ada beberapa kuota tambahan untuk para alumni sekolahku. Awalnya aku dihubungi guru Bahasa inggrisku (Miss Rahma), alasannya sih Tracer Study, setelah chit-chat, aku diminta untuk ngisi form fasilitas untuk mengikuti International TOEIC test gratis. Mantap~ SMK???? Bisa!!! Wkwkwkwkw. Fyi, tes TOEIC ini lebih costly loh kalo dibandingan dengan TES TOEFL ITP, itulah sebabnya aku merasa sangat bersyukur bisa mengikuti tes ini secara gratis. Kalo bayar, harga tes toeic kurang lebih kena 700 ribuan untuk sekali tes TOEIC. Sedangkan bayar 500rb untuk sekali tes TOEFL ITP. Biaya yang aku sebutkan ini untuk International test yang diselenggarakan oleh ETS yaaa bukan yang prediction.

Oiya, alhamdulillahnya lagi, atasanku mengijinkan aku bolos kerja meski aku baru ijin H-1 (wkwkwkwk jangan ditiru). Kebetulan atasanku ini orang yang sangat pro terhadap course/education, jadi aku ngga begitu khawatir waktu ijin mau ikutan tes TOEIC.

Waktu mepet ngebuat belajarku ngga terlalu maksimal. Ostosmatis wkwkwkw aku pake cara apa lagi kalo bukan belajar SKS (Sistem Kebut Semalem). Aku optimis untuk bisa dapet skor diatas 630 meskipun aku sadar kalo persiapanku minim banget. It’s never too late to start studying right? Lagipula meski aku optimis, aku sudah tidak se-ambis dulu. Nothing to lose masih menjadi senjata dikala memulai proses maupun mendapatkan hasilnya.

Untuk menembus optimisme itu, tentu aku tidak hanya duduk dan menunggu keajaiban datang. Terlebih nungguin dapet wangsit di pinggir sungai wkwkwkw. Selain berdoa, aku juga ikhtiar dan belajar tipis-tipis.

>> untuk Latihan listening, aku dengerin beberapa channel youtube dibawah ini;

https://www.youtube.com/user/khuelv

https://www.youtube.com/watch?v=0Q16TvgBOfk

https://www.youtube.com/user/TEDtalksDirector

https://www.youtube.com/user/TheEllenShow

Keempat link itu selalu aku mainkan ketika jam kerja. Kerja sambil ndengerin suara yang ada di video itu. Kalo udah pulang kerja, aku baru deh mulai belajar reading.

>> untuk Latihan reading, aku pake e-book TOEIC miliknya Barron’s, nonton youtube, sama langsung coba beberapa simulasi TOEIC dari beberapa web ini;

http://training-english-4-free.blogspot.com/2011/12/collection-ebook-audio-toeic-test.html

https://www.youtube.com/user/libardogonzalezalvar

https://cakap.com/en/toeic-simulation-test/

https://yourenglishtest.com/

http://www.toeic-training.com/

http://www.canpacificcollege.com/toeictest/toeictextstart.php

http://www.english-test.net/toeic/

https://www.examenglish.com/

Dari beberapa link simulasi yang udah aku coba, menurutku yang paling membantuku adalah link dari Can Paciffic College. Selain simulasi, tentu saja e-book barron’s yang paling oke. Oiya, kalo kalian ga bisa download lewat link diatas, boleh send email ke aku yaaa, nanti aku share.

Durasi belajarku hanya tiga hari. Waktu belajar paling maksimal yaa H-1 wkwkwkw. Berbekal persiapan yang apa adanya, aku berangkat pagi dengan meminta doa orang tua. Sebelum masuk Gedung tes, aku mengambil waktu untuk melakukan ritual ibadah sunnah seperti biasa. Pastinya, berdoa supaya Allah memberikan kemudahan dan kelancaran. Aku sengaja dateng 30 menit lebih awal. Biar apa? Yaaa biar ngga telat aja wkwkwkw. 

Saat sampe diruangan, aku diberi kertas kecil yang berisi tiga rangkaian huruf dan angka yang digunakan untuk mengakses software TOEIC CBT. Suasananya hening, terlihat di pojok ruangan ada beberapa PC yang menampilkan screen CCTV dari berbagai arah untuk alasan keamanan. Beberapa menit sebelum tes berlangsung, aku memastikan agar diri ini tetap santuy dan yakin bahwa aku bakal bisa ngerjain semua soal dengan mulus. Bismillah~

Di dalam ruangan, Ada dua pengawas yang memberikan arahan terkait daftar hadir dan teknis pengerjaan soal. Untuk kalian yang mau ambil tes TOEIC CBT, jangan lupa! Sebelum ngerjain soal, periksa kembali audio beserta volume PC yang akan kamu gunakan. Kalo emang ngga berkeja dengan baik yaaa langsung ngomong ke pengawas/petugasnya. Jangan sampe ketika udah ngerjain soal, ternyata audionya ngga bisa. Kejadian ini dialami oleh teman peserta yang satu ruangan sama aku. Jadi yaaa rugi sendiri. Gimana nggak? Waktu pengerjaan TOEIC CBT akan terus berjalan tanpa peduli kendala yang kamu alami. 

Berbeda dengan TOEFL, tes TOEIC CBT terdiri dari 2 materi yaitu Listening (sesi pertama, 100 soal, 45 menit) dan Reading (sesi kedua, 100 soal, 75 menit) total waktu pengerjaan 2 jam. Oiya, untuk TOEIC CBT ada tambahan waktu 30 menit diawal untuk mengisi questioner dan biodata diri. Detailnya, untuk Listening dibagi menjadi empat bagian yaitu photographs, question and response, short conversation, dan short talk. Untuk reading, terbagi menjadi tiga bagian yaitu incomplete sentence, text completion, dan reading comprehension.

Alhamdulillah wa syukurillah, Aku selesai mengerjakan semua soal dengan baik. Saat menyelesaikan soal ke 200, aku masih memiliki sisa waktu 9 menit, waktu yang tersisa aku gunakan untuk me-review Kembali soal-soal reading yang bacaannya cukup panjang dan memastikan lagi bahwa seluruh soal udah aku jawab tanpa ada yang terlewat.

Hasil tes harusnya bisa aku terima H+14 sejak tanggal pelaksanaan, tapi entah apa yang terjadi hasilnya mundur menjadi H+30 hari. Setelah berulang kali tanya, akhirnya tepat pada hari Rabu, 13 Januari 2021 aku mendapatkan pesan WA berupa gambar yang merupakan amplop hasil tes TOEIC. Setelah dibuka, Alhamdulillah hasilnya diatas dari yang aku harapkan. 


Aku cukup bersyukur dengan hasil yang aku dapatkan. Semoga di-tes berikutnya aku bisa mendapatkan skor yang lebih baik lagi syukur-syukur kalo bisa nyentuh angka 800 hihihi Amiin. Keep learning :)

Ditulis oleh aku yang pertama kali tes TOEIC,

Selfiana Hanafi.

 

 

Continue reading Self Story: Pengalaman TES TOEIC CBT (Apa itu tes TOEIC?)

Minggu, 03 Mei 2020

Self Edu: Cara mencari Jurnal Ilmiah yang tepat untuk referensi skripsi

Mencari karya ilmiah sebagai bahan rujukan/referensi pasti bukan hal yang asing bagi kalian yang masih berkecimpung di dunia pendidikan. Ketika diminta mengerjakan karya ilmiah entah itu berupa makalah/artikel/skripsi, wajib hukumnya ada daftar rujukan/referensi. Jika tidak mencantumkan rujukan/referensi sama sekali, maka kalian hanya akan disebut sebagai PLAGIATOR. Kan ngeri~

Seiring dengan perkembangan zaman, keterbukaan akses terhadap suatu karya ilmiah juga semakin easy come easy go. Para guru/dosen pasti hanya akan menganggap kalian sebagai pembual jika masih memberikan dalih “Maaf Bu/Pak, saya kesulitan mencari informasi”. Halah, lemah! gitu aja kesulitan~

Internet memberikan akses yang bisa dibilang ngga terbatas dalam urusan mencari informasi, asalkan tau caranya aja. Nah, kalo jaman dulu keterbatasan informasi memberikan masalah berupa minimnya akses, sedangkan saat ini keterbukaan akses justru menimbulkan masalah too much information sehingga sulit untuk menyaring mana yang paling baik dan tepat untuk digunakan.  

Okay … Here, I’m. Terdengar seperti gaya-gayan? Tidak! Intinya, dalam postingan kali ini aku akan menjawab pertanyaan tentang “Gimana sih cari referensi/rujukan yang paling baik dan tepat” tentu saja seperti apa yang sudah aku lakukan sebelumnya.

Sebelum mulai menyimak dengan membawa pesona kecantikan yang paripurna, alangkah baiknya jika kita sama-sama berdoa “Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma alhimnii rusydii waqinii syarri nafsii. Aamiin. Artinya, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ya Allah, ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan lindungilah aku dari kejahatan nafsuku. Kabulkanlah.”

 Pertama, buka google scholar.



Google scholar ini telah menjadi andalanku ketika diminta mencari referensi dalam waktu yang singkat.

Kedua, cari karya ilmiah dengan keyword yang tepat.
Siang ini adikku tersayang meminta contoh karya ilmiah tentang ‘membaca’. Sebagai kakak yang baik, maka aku membantunya supaya menemukan the best one.
p.s. sekalian langsung tutorial disini, kali aja ngebantu kalian yang lagi butuh info semacam ini.



Tentu saja aku tidak mengetik dalam kotak search engine google scholar dengan keyword ‘membaca’ melainkan ‘anak belajar membaca’. Dalam hitungan detik, muncul-lah berbagai karya ilmiah seperti gambar diatas.

Ketiga, pilih karya ilmiah yang tahunnya paling baru.
Kenapa kok gitu? Yaa supaya lebih reliable aja. Logikanya begini, setiap tahun yang namanya ilmu pengetahuan pasti akan terus upgrade. Jika kita hidup di tahun 2020, sedangkan referensi yang disuguhkan mulai tahun 1945-2018, bukankah sudah jelas jika yang paling reliable tentu saja referensi tahun 2018. Itulah mengapa terkadang guru/dosen mensyaratkan untuk menggunakan refrensi setidaknya dalam 5 hingga 10 tahun terakhir.

Keempat, pilih karya ilmiah yang dimuat di dalam jurnal/journal.
Menerbitkan karya ilmiah dalam sebuah jurnal itu ngga mudah my love. Ada seleksinya, ada standartnya, bahkan berbayar mulai dari 2,5jt sampe 5jt. Artinya apa? Kredibilitas jurnal juwwwaaauuauh lebih tinggi dibandingkan dengan postingan blog, artikel, atau Wikipedia. Caranya tau itu jurnal apa bukan darimana? perhatikan kotak merah pada gambar dibawah ini.



Kelima, download pdf.nya kemudian langsung dibaca.
Yang perlu diperhatikan dalam membaca calon rujukan/referensi adalah kata kunci dalam abstraknya. Jika kata kunci dalam abstraknya mengandung kata kunci yang kalian ketikkan dalam poin kedua, maka InsyaAllah karya ilmiah tersebut tepat untuk digunakan sebagai rujukan/referensi. Jadi, silahkan langsung dibaca keseluruhan isi jurnal tersebut dan pilah mana informasi yang penting untuk dikutip atau dijadikan sebagai referensi.
Saranku, minimal kumpulkan minimal tiga atau lima karya ilmiah untuk setiap kata kunci. Biar apa? Biar kalian kaya akan informasi dan ada bahan perbandingan hehe jadi pemikirannya ngga sempit gituloh. Paham kan?



Oiya, jangan kaget. Ngga semua jurnal bisa di download pdf.nya secara gratis. Biasanya jurnal berbahasa inggris banyak yang terkunci atau dikenal dengan istilah restricted acsess journal. “Lhooooo, terus yak apa????” santuy-santuy, kalian bisa baca di postingan ini untuk lebih jelasnya https://selfianahanafi.blogspot.com/2019/09/self-edu-cara-mengakses-jurnal-nasional.html

Terakhir, Teliti.
Setiap merujuk sesuatu, pastikan cara mengutipnya benar dan jangan lupa langsung ditambahkan dalam daftar pustaka atau daftar rujukan. Biar apa? biar ngga kelewatan. Ketika diminta me-review karya ilmiah, pasti aku banyak menemukan kejanggalan disini. Misalnya nih, di karya ilmiah yang ditulis ada kutipan (Hanafi, 2020), akan tetapi di daftar pustaka atau daftar rujukannya gak ada. Kan khayal toh? jadi dimohon untuk teliti yaaa teliti. Oiya, cara mengutip yang benar bisa disesuaikan dengan peraturan yang ditentukan (umumnya pake hadvard style atau ada aturan khusus dari masing-masing lembaga).

Aku yakin apa yang aku tuliskan ini sebetulnya masih sangat mendasar hehehe ... sekian. Kalau ada pertanyaan atau mau sharing karya ilmiah, bisa langshooong DM di instagram @selfiana_hanafi yaa.

Ditulis oleh aku yang lagi mood swing~
Selfiana Hanafi.
Continue reading Self Edu: Cara mencari Jurnal Ilmiah yang tepat untuk referensi skripsi

Rabu, 18 Maret 2020

Self-awareness Hal-hal baik untuk dilakukan


Source: lifeskillsthatmatter.com/self-awareness/

Bismillah! Judul postingan ini adalah tentang self-awareness. Menurutku, self-awareness bukan hanya mencari tahu apa yang kurang dalam diri, melainkan juga mencari tahu apa aja yang sedang kita butuhkan. Yaaah, semacam sebuah bentuk kesadaran untuk peduli dan cinta pada diri sendiri gitu deh. Memperhatikan dan memahami tiap detail tentang diri kita mulai dari pikiran, perasaan, dan perilaku. Setelah aku mengorek-ngorek, ternyata banyak juga yang musti dibenahi lagi. Barangkali ada yang terlewat, insyaAllah akan aku tambahkan.

Setiap manusia yang sadar betapa mahalnya tiap detik waktu yang berjalan pasti tidak akan menyia-nyiakannya kesempatan. Tentu saja kesempatan yang kumaksud adalah untuk berbenah diri menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jika kesadaran semacam itu telah dimiliki, InsyaAllah tidak ada waktu yang terbuang, terlebih untuk melakukan hal-hal yang tidak/kurang berguna.

Kadang ada aja orang (aku misalnya) yang suka bikin masalah. Misalnya hal kecil yang harusnya tidak dipermasalahkan menjadi hal yang serius karena terlalu dilebih-lebihkan. Naudzubilah, semoga kita semua senantiasa dihindarkan dari sifat demikian (take it easy and calm wkwkwk btw ini lagi ngomongin diri sendiri sih huhuhu kadang masih aja suka lebay kalo lagi diuji kesabarannya ~hiks). Kalo di mata kuliah manajemen, ada tuh yang disebut dengan manajemen konflik. Secara teori sebisa mungkin sebuah konflik yang besar dikecilkan dan yang kecil dihilangkan. Inget-inget soal konflik kadang emang bisa bikin ngakak. 

Balik lagi!
Bukankah kita seringkali menjumpai kutipan-kutipan bijak yang mengatakan bahwa “Hari esok harus lebih baik daripada hari ini”. Pertanyaannya, benarkah hal itu sudah dilakukan?
Aku pun merasa belum melakukannya dengan baik. Aku sering mengatakan bahwa aku sudah melakukan yang terbaik, padahal nyatanya juga belum baik-baik banget wkwkwkw. Cukup ketawanya! sekarang waktunya mengevaluasi diri sendiri.

Gaya hidupku memang terdikte untuk selalu menuliskan hal-hal yang ingin aku lakukan dalam hidup. Percaya ngga percaya, aku selalu menuliskan hal yang akan aku lakukan besok di dalam buku catatan kecil. Puji Allah, semua hal itu berhasil aku lakukan (kalaupun ngga terlaksana yaa memang terpaksa ada hal lain yang membuatnya tertunda. Setidaknya sudah ada usaha)
Aku ingin siapapun yang membaca postingan ini (jika ada wkwkwk) bukan sekadar membaca tapi juga ikut secara aktif melakukan.

Hal baik untuk dilakukan: RELIGI
  •          Mengaji one day one juz (kalo bisa lebih yaa lebih bagus)
  •           Sholat tepat waktu
  •          Berdzikir di sepanjang perjalanan pergi-pulang tempat kerja
  •          Puasa senin-kamis
  •         Sholat tahajud, dhuha, dan Sunnah rawatib
  •          Menjaga wudhu
  •          Mengikuti kajian muslimah setiap akhir pekan (mengkaji ulang-implementasi)
  •          Sedekah shubuh
  •          Membaca kisah para syuhada dan ambil hikmahnya
Hal baik untuk dilakukan:  PROFESIONAL
  • Baca berita dipagi hari
  • Pastikan membaca semua email masuk
  • Memeriksa isi DM bisnis
  • Edit konten untuk bisnis minimal seminggu sekali
  • Membaca buku/artikel umum (diluar bidang akuntansi)
Hal baik untuk dilakukan: KESEHATAN
  • Buat menu makanan low GI (Glycemic Index)
  • Usahain poop sehari sekali
  • Olahraga minimal 10 menit dalam satu hari
  • Gosok gigi sebelum tidur
  • Pake masker wajah seminggu 2-3 kali
  • Perbanyak minum air putih
Hal baik untuk dilakukan: SOSIAL
  •           Bertegur sapa dengan orang lain
  •      Mendengarkan lawan bicara dengan perhatian
  •          Mengurangi komunikasi via media digital, perbanyak komunikasi langsung  
  •          Menjalin hubungan baik dengan teman-teman lama
  •          Menanyakan dan mendengarkan keadaan masing-masing anggota keluarga
Hal baik untuk dilakukan: SKILL
  •          Nulis setiap hari minimal sekali (entah blog/cerpen/nyicil karya solo)
  •          Buat set menu sehat
  •          Liat video tutorial yang bermanfaat (bisa masak/seni kriya)
  •          Kerjain minimal 3 exercise buku Barrons setiap hari
Sekian dulu. Semoga bisa dimaksimalkan setiap harinya ~Aamiin.

Continue reading Self-awareness Hal-hal baik untuk dilakukan

Jumat, 13 Maret 2020

Self Story: Tips Membuka Usaha (Based on my personal experience)

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...

Sebenernya kali ini aku mau cerita aja sih (syukur-syukur kalo bisa jadi sarana digital selling). Yeay! anak kemarin sore ini ceritanya pingin bikin essential of  a successfull digital selling strategy yang ala-ala wkwkwkwk. Bhaikkkk, sesuai judul yak. Di postingan kali ini aku mau sharing dikit tentang dua usaha kecil yang sudah aku jalankan selama setahun terakhir. Semoga kedepanya makin lancar ~InsyaAllah, Aamiin.
Dari kecil aku emang sering banget diajarin ibuk jualan. Mulai jual es lilin berbagai rasa ( kacang ijo, jus tomat, sinom, sari kedelai, susu), jualan pensil syakalaka boom-boom, sampe dagang baju batik.
Ini dia gambar pensil syakalaka boom-boom yang pernah ku jual. Pensil ini tuh ada filmnya loh wkwkwwk jadi ... di film itu kalo kamu gambar apapun pake pensil syakalaka, gambarnya bisa idup beneran. Misalnya kamu nge-gambar tas, yaudah nanti bakal jadi tas beneran. Sempet viral sekitar tahun 2000-2003 an gitu deh.
Berjualan itu emang jiwaku banget wkwkwkw. Bukan jiwa-jiwa yang kayak gimana ya, cuman emang ada kesenengan tersendiri aja gituloh. Ngga ada malu-malunya kalo dagang wkwkwkw malah bisa dibilang kegiatan hiburan yang mendatangkan uang. Tsahhh!
Bhaikkkk, marilah kita sudahi prolog ini dan mulai masuk ke pembahasan tentang tips membuka usaha dari pengalaman ala-alaku.
Pertama, Menemukan Ide Usaha
Ketika memutuskan untuk berjualan, tentu saja modal yang dibutuhkan adalah uang. Anyw, aku pun setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa modal (berupa uang) bukanlah satu-satunya hal yang dibutuhkan ketika memutuskan akan membuka usaha.
Lucunya, kadang juga ada orang yang udah punya modal (uang) tapi masih belum berani buka usaha karena berbagai kendala. Mulai dari gamau ngambil risiko, ngga ada skill jualan, susah untuk memulai sesuatu, takut rugi, ngga mau ribet, atau mungkin udah ada niat tapi masih belum nemu ide usaha yang cocok.
Nah, hal itu menunjukkan kalo ternyata  uang bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk buka usaha (Uang itu juga penting, tapi bukan satu-satunya gituloh paham kan?). Kalo misalnya ngga ada uang tapi punya skill dagang, kan tetep bisa dagang dengan cara cari pemodal.
Ngomonin soal ide usaha, tips dari aku adalah "Cobalah untuk peka dengan hal-hal kecil di sekitar dengan cara riset." 
Biasanya, aku tuh bisa nemuin ide bisnis dari mengamati hal-hal yang aku suka (semacam peka sama diri sendiri dulu sebelum peka ke orang lain). Misalnya aku suka barang-barang yang lucu dan menggemaskan, yasudah aku bisa mulai cari tahu segala hal tentang itu secara mendetail. Dulu waktu kuliah aku sempat jualan botol minuman @mybottlemalang. Nah, disitu aku cari tahu model-model botol minuman apa yang lagi disukai orang-orang. Mulai dari botol yang infused water, BPA Free, sampe botol termos berkarakter imut-imut.
Hasilnya lumayan, bisa balik modal dan untungnya bisa tambahan beli laptop. Sayangnya, usaha ini ngga berjalan lama karena waktu itu aku ngerasa kalo usaha perbotolan ini nyita waktu banget wkwkwkw (sok sibuk lomba-lomba akunya).
Ada juga usaha yang baru aku rintis di bulan Agustus 2019 yaitu @gowogawan_ alias usaha sewa ring box dan hias seserahan. Aku kepikiran buka usaha ini karena aku peka sama kenyataan bahwa  ada banyak banget teman-teman seusiaku yang akan menikah. Lucunya, akutuh bukan orang yang pandai menghias sesuatu, apalagi bikin kerajinan tangan -.- tapi alhamdulillah loh  berkat ketekunan yang tiada henti, sekarang hasil utek-utekku bisa jadi bagian dari momen spesial tunangan atau nikahannya orang.
Salah satu keuntungan peka dengan hal-hal kecil disekitar adalah membuat segala jenis usaha yang sedang dijalankan menjadi terasa makin santuy, less pressure, aman ajalah pokonya. Seandainya ngga laku tuh tetep bisa dibawa asik aja, ngga terlalu bikin stres karena dasarnya suka dan hal itu merupakan kebutuhan orang sekitar.

Kedua, tentuin pasarnya
Kalo ide usahanya ketemu, silahkan cari tahu kira-kira siapa aja yang butuh, mau, tertarik, dan berpotensi untuk ngebeli apa yang kamu jual.
Sama aja kayak bunuh diri kalo mau jual sesuatu tapi ngga punya market. Hiks!
Katakanlah @gowogawan_ usaha kecil ini pasarnya udah jelas. Aku membidik orang-orang yang berusia 20-30 tahun, utamanya mereka yang memang berencana untuk menikah. Menentukan pasar ini penting banget sih, soalnya akan berpengaruh juga sama cara dan strategi jualan dan promosinya.

Ketiga, perhatiin soal pelayanan dan kualitas
Produk bagus tapi pelayanan ngga oke ya sama aja bohong dong?
Jangankan orang lain, kita sendiri aja deh. Misal mau beli makanan di restoran yang standart levelnya udah bintang kejora banget nih, tapi pelayannya jutek.
Pasti wegah juga kan?
Nah! pelayanan aku sebut lebih dulu karena menurutku pelayanan adalah poin utamanya. @sewakostumsda dan @gowogawan_ memang bergerak dibidang jasa, jadi saingannya dah pasti banyak. Meski kualitasnya ngga bagus-bagus banget, tapi kalo cara pelayanannya baik InsyaAllah!  bakal nemuin pasarnya sendiri. Ini ada buktinya loh, bukan sebatas janji-janji partai.
Oiya, trial-eror itu hal yang wajar jadi gak papa kalo  apa yang kita harapkan hasilnya beda dengan kenyataan. Apapun itu, pokonya selalu ada upaya untuk meningkatkan pelayanan sejalan dengan kualitasnya. Dua hal antara pelayanan dan kualitas ini saling melengkapi satu sama lain. Jadi ini bukan pilihan yaaah, justru alangkah lebih baik jika keduanya bisa dipenuhi). Di poin ini tipsnya adalah "Menyadari kalo jualan itu simbiosis mutualisme." Iya dong, simbiosis MUTUALisme. Artinya mutual kan saling, sekiranya bisa menguntungkan kedua belah pihak ya kenapa engga? sadari bahwa pembeli-penjual itu saling membutuhkan. Pembeli butuh barang yang dijual, sedangkan penjual butuh pembeli karena udah menyediakan barang yang dibutuhkan.
Kalo kita beli sesuatu, ngga mungkin mau dapet yang jelek kan? jadi kalo jualan ya gitu, usahain jualan sesuatu yang bagus secara pelayanan dan kualitas.

Keempat, Buat Pembukuan dan Rekening khusus untuk usaha
Sebagian orang ekonomi mengatakan bahwa ujung dari seluruh proses bisnis adalah tentang akuntansi (disini aku merasa uwuwuwu dengan jurusanku).
Paling sukak deh kalo udah pada ngebahas akuntansi gini wkwkwkwk. 
My love, ketika aku belajar mata kuliah pengantar akuntansi pake bukunya Weygant & Kieso (sampe apal nama penulisnya dong) di bab satu, buku itu membahas tentang sebuah prinsip entitas ekonomi. Kalo dijelaskan secara gampang, intinya kalo punya bisnis tuh keuangannya harus berdiri sendiri. Ngga boleh dicampur-aduk dengan keuangan pribadi. Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang yang baru mulai bisnis adalah mencampurnya jadi satu. Yakali kalo es mah enak, jadi es campur. Lah kalo keuangan usaha? ya jangan dong ya :(
Heleh Sel! ngapain dipisah-pisah, toh nanti ujung-ujungnya juga jadi duitku sendiri.
Pernyataan tersebut ngga baik banget. Menurutku, harusnya kalo ingin benar-benar belajar buka usaha, posisi bossy itu kudunya ditiadakan (sekalipun emang bener kamu ownernya).
Cobalah sebisa mungkin menanggap diri sendiri adalah seorang pekerja. Jadi biar kalian tuh tau, usaha yang sedang dijalankan itu beneran menghasilkan materi atau enggak. Kalo perlu anggarkan  gaji diri sendiri.
Dengan membuat pembukuan yang rinci, kalian bisa tahu berapa jumlah uang yang udah kalian investasikan untuk buka usaha, seberapa cepat uang itu kembali (balik modal), dan berapa besar keuntungan yang bisa kalian dapatkan. Ngga hanya itu, kalian juga bisa membuat persantase berapa banyak hasil usaha yang bisa diputer untuk ngembangin usaha atau malah buka usaha yang lain.
Kadang kalo liat pembukuan usaha @gowogawan_ dan @sewakostumsda rasanya jadi lebih semangat, semacam jadi motivasi tersendiri gituloh.
Untuk kalian yang udah memahami pembukuan akuntansi, bebas banget yaa mau pake pencatatan dari software apa aja, tapi untuk kalian yang masih awam banget sama akuntansi aku rekomendasikan "Pake aplikasi android yang user friendly." Aplikasi akuntansi tuh ada banyak banget kok, tapi rekomendasi dari aku adalah https://web.akuntansiukm.id/ silahkan dicobak yaaa. Kalo misal udah ngulik aplikasi tersebut tapi kok masih ngerasa kesulitan, kalian bisa nyatet manual. Dibikin simple aja, misalnya nyediakan dua buku. Satu buku untuk pemasukan dan satu lagi untuk pengeluaran (Ntar kalo seandainya kalian butuh bantuan untuk ngitung sesuai kaidah akuntansi, coba kalian kirim datanya kalian ke emailku. InsyaAllah akan aku bantu).
Selain pembukuan, kalian harus membedakan rekening yang dipake untuk usaha dan rekening pribadi. Hal ini bukan harga mati layaknya NKRI yaa. Fleksibel banget kok, misal ada situasi yang mendesak trus uang pribadi sama sekali ngga ada, ya kalian boleh banget ambil uang hasil usaha kalian. Oiya, pembukuan semacam  ini jangan dianggap sebagai PERHITUNGAN/PELIT yah, tapi lebih kepada belajar disiplin untuk memudahkan. Biar tahu gituloh uang yang kalian hasilkan itu udah berkembang kemana aja. gituuuu.

Kelima, Terus upgrade
Tips dari aku adalah "Menjaga semangat untuk selalu belajar hal baru". Kenapa begini? karena aku pun juga masih naik-turun semangat belajar dan jualannya. Hanya @gowogawan_ (jalan tujuh bulan) dan @sewakostumsda (udah setahun lebih) yang bisa bertahan.
Sebelumnya aku juga udah pernah dagang macem-macem, tapi ntahlah ngga pernah bisa bertahan lebih dari lima bulan. Setelah aku cari tahu penyebabnya, salah satu faktornya adalah strategi marketingku kurang oke kebanyakan alesan 'sok sibuk' padahal aslinya ya ga ngapa-ngapain.
Oiya, ngomongin soal marketing. Kalian pada tahu ngga sih bedanya sales dan marketing itu apa?
Maketing tuh beda dengan sales, jadi jangan miskonsepsi. Keduanya memang berfokus pada memperoleh penghasilan, tapi pada dasarnya berbeda. Bedanya apa? silahkan baca sendiri disini https://www.jurnal.id/id/blog/perbedaan-sales-dan-marketing-yang-perlu-diketahui-pengusaha/
Kemarin aku merasa nol banget soal desain, tapi sekarang dah lumayan bisa (berkat upgrade).
Nah, sekarang ini aku belajar lagi tentang gimana cara menerapkan teori sales-marketing yang baik. Termasuk cara promosi lewat google adsense, iklan facebook, iklan shopee, iklan instagram huhuhu aku masih nol banget e.

Keenam, Minta Testimoni jujur dari para pelanggan
Ada yang menganggap bahwa testimoni semacam ini adalah hal yang ngga penting, tapi ada juga yang kayak aku gini wkwkwkw menganggap bahwa testimoni adalah hal yang penting banget. Menurutku, aku tuh ngga bisa menilai diriku sendiri. Otomatis aku butuh orang lain dong. Jika aku menghakimi bahwa aku ini benar-benar baik, apakah hal itu juga dirasa sama baiknya dimata orang lain?
Menilai diri sendiri itu klise banget ngga sih? wkwkwkw makanya bagiku minta testimoni tuh semacam kegiatan evaluasi. Dari situ aku jadi tahu kurangku dimana, apa yang harus aku lakukan supaya jadi lebih baik, dan hal-hal kecil lainnya yang kadang ngga terpikir olehku (khususnya bukan ke personal tapi lebih kepada kegiatan usahanya). Menurutku tepat banget sih kalo kalian bisa "Menjadi teman untuk para pelanggan."
Aku memberikan tips ini karena usaha yang aku jalankan adalah usaha jasa-sewa, dan dagang. Kalo aku ngga jadi teman bagi para pelanggan, gimana aku bisa tau ekspektasi mereka. Misalnya @gowogawan_ , tentu kepuasan pelanggan atas seni kriya yang aku hasilkan juga ngaruh banget kan?
Oleh karena itu, tesmimoni semacam ini juga bisa jadi konten supaya usaha kalian lebih trusted (terutama kalo reviewnya positif. Semakin banyak komen positif tentang usahamu artinya semakin baik). Orang ga bakal ragu kalo mau beli produk atau pake jasamu.
Selain konten, testimoni juga bisa jadi media promosi dari mulut ke mulut loh. Serius! kalo pelanggan ngerasa seneng, tanpa diminta mereka akan dengan sendirinya mengatakan
Oh iya, kemarin aku sewa kostum di @sewakostumsda ... Iya hasilnya bagus, kemarin aku sewa ring box di @gowogawan_
Seneng banget!

Ketujuh, Jangan lupa sedekah
Membuka usaha pada dasarnya adalah salah satu cara investasi yang cukup menjanjikan (kalo usahanya jalan lancar yaa hehehe). Dibandingkan deposito, reksadana, atau saham sebenernya buka usaha memiliki Return on Investment (ROI) dengan persentase paling tinggi dan paling cepet.
Ngeselin kan aku? sok sokan pake istilah manajemen keuangan wkwkwkw biar keliatan uwuwuw gituloh, Yes!
ROI ini gampangnya adalah tingkat pengembalian hasil investasi (kalo kurang puas dengan penjelasanku soal ROI bisa baca disini yak https://www.jurnal.id/id/blog/2017-definisi-dan-cara-menghitung-roi-dengan-benar/
Umpamanya gini deh, kalian punya uang dua juta. Uang itu kalo dibikin usaha dan beriman usahanya lancar, kemungkinan bisa balik modal dalam waktu SEBULAN ditambah dengan keuntungan diatas 50%. Akan tetapi, kalo uang dua juta tadi kalian investasikan dalam bentuk deposito dalam jangka waktu SEBULAN, keuntungan yang di dapatkan hanya sekitar 1.5-6.1% aja (ini tingkat bunganya aku liat disini ya, https://keuangan.kontan.co.id/news/bunga-deposito-tertinggi-cuma-61-ini-dia-lima-bank-dengan-bunga-deposito-terbesar). Alhamdulillahnya aku bisa menjelaskan perumpamaan diatas karena udah pernah ngalami sendiri. Buka usaha, dikelola sendiri, tapi hasilnya bisa dinikmatin barengan. Seksi banget gak tuh?
Mumpung masih muda, seharusnya kita manfaatin momen buat belajar banyak hal wkwkwk gaya bener saya! padahal ini jugak masih trial-eror.
Aku sangat tidak menyalahkan jika kalian yang lebih suka deposito, reksadana, atau saham semua itu kembali kepada mindset aja. Lha aku ini sudah pernah mencoba ketiganya. Udahlah! dagang emang lebih menyenangkan. Selain keuntungan, dengan usaha yang aku jalankan yang tentunya ngga sebanding dengan TANCORP  minimal bisa membuatku belajar banyak hal dibandingkan hanya setor uang dan nunggu dapet bunga.
Bayangin, kalo buka usaha. Dah pasti bakal dapet relasi baru, belajar ngatasi rugi, belajar sales-marketing, belajar bikin model-model seserahan, belajar ngendaliin mood (kalo mood lagi gaenak tapi ada yang mau order ya sebisa mungkin belajar profesional wkwkwk). Hal- hal seru itu ngga akan di dapatkan kalo cuman setor duid ke bank :)

Seperti itu kira-kira. Semoga yang berencana buka usaha, semakin dimantapkan hatinya, dicerahkan jalannya, dilancarkan prosesnya, dan dimudahkan usahanya. Aamiin.
Eh iya,kira-kira nih yaaaa kira-kira wkwkwkw, tuliskan ini dah termasuk kayak penerapan dari analisa SWOT gitu nggak sih? hahahaha kok aku tiba-tiba kepikiran SWOT SWOT gituloh wkwkwk asli! random banget
Yaudah, yang terpenting ambil manfaatnya aja. Kalo ga ada manfaatnya yaudah semoga ada transferan mood yang baik setelah baca tulisanku ini wkwkwkw sekian.

Ditulis oleh aku yang lagi duduk santuy menghabiskan jam makan siang tapi postingnya pas jam mau pulang.
~Selfiana Hanafi




Continue reading Self Story: Tips Membuka Usaha (Based on my personal experience)

Sabtu, 22 Februari 2020

Self Edu: Cara Menulis di Wattpad

Assalaamu'alaikum ...

Pagi ini aku meminta bantuan kepada beberapa teman, khususnya member PPA#2 (Pena Perajut Aksara, sebuah komunitas literasi yang berfokus pada penulisan karya antologi) untuk memberikan review pada salah satu novel yang telah aku post di akun wattpad kesayanganku @selfiana_hanafi. 
Oleh karena member dari PPA#2 didominasi oleh ibu-ibu produktif, mereka memintaku untuk membuatkan tutorial mengenai "Gimana sih caranya mulai menulis di wattpad?"
Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, aku nyobak-nyobak ngebuat tutorialnya. Asik! Lagipula, dah lama juga ngga ngeblog hahaha. 
Baiklah, langsung saja berikut tutorialnya. Pertama, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing hehehe ini becanda tapi serius loh :D My love, kita semua tau kan kalo sesuatu yang diawali dengan doa akan menghasilkan sesuatu yang barokah nantinya. Tsah! Makanya yok doa dulu. ~Al-Fatihah ... aamiin.
Oke, lanjut!
Pertama, silahkan klik https://www.wattpad.com/
Langkah yang pertama yang harus dilakukan adalah tentu saja membuka laman wattpad. Untuk login, temen-temen bisa banget menggunakan PC atau Ponsel. Jika mengakses wattpad menggunakan ponsel, sebaiknya install dulu aplikasinya supaya lebih nyaman (mengakses versi web menggunakan ponsel justru tidak nyaman dan kurang mantep menurutku hihihi. Jadi, dimohon untuk mengunduh aplikasi wattpad melalui playstore/appstore terlebih dahulu)
Kedua, yok buat akun yok! 
Setelah membuka link diatas, maka berikutnya temen-temen sekalian akan dihadapkan oleh dua pilihan yaitu 'start reading' atau 'start writing'. Kali ini contoh yang aku berikan bisa digunakan untuk kalian yang ingin mulai menulis di wattpad, jadi aku akan memilih 'start writting'.

Klik start writting, jika sudah maka akan muncul box seperti ini.
Kalian bisa milih yaa mau login pake google atau facebook. Terserah, pokonya pilih yang paling gampang aja.
- Untuk username bisa diisikan dengan nama pena (jika punya) jika belum ada yaa pake nama sendiri juga boleh.
- Isi masing-masing sub-box dengan benar, jika sudah klik 'start writting'.
Biasanya, kalo login pake akun google atau facebook, kalian ngga perlu ngisi sub-boxnya (jauh lebih mudah alias ngga pake ngisi sub-boxnya). Fyi, cara membuat akun wattpad melalui PC dan ponsel tidak jauh berbeda.
Ketiga, mulai menulis dong yaaa.
Berikutnya, temen-temen akan langsung masuk ke halaman beranda akun. Jika ingin menulis suatu karya, maka bisa langsung saja klik opsi 'Write' yang ada di pojok kanan atas, kemudian klik 'create a new story'.



Setelah meng-klik 'create a new story' maka akan muncul tampilan seperti ini
Ada baiknya jika sebelum memulai menulis teman-teman sudah punya gambaran mengenai cover, judul, deskripsi, karakter, tag, dan genre ceritanya. Misalnya seperti ini,
- Cover: Jika kalian sudah memiliki desain cover, maka bisa langsung di upload yaah. Misal belum kepikiran/belum punya desain cover ya bisa dilewati dulu (ngebuat+ngupload covernya bisa dilakukan nanti kalo udah selesai nulis cerita).
- Title: Tuliskan judul karya kalian.
- Description: Kotak ini semacam sinopsis dari cerita yang akan dibuat. Tips, menurutku jangan dituliskan terlalu panjang, sebab kalo kepanjangan nanti pembaca bisa dengan mudah menebak akhir dari cerita yang kalian tuliskan (ntar jadinya ngga seru dong hehe)
- Main character: Diisi nama tokoh utama dalam cerita
- Tag: Diisi bebas menyesuaikan dengan jalan cerita. Misalnya menuliskan sesuatu tentang romance, maka tag yang digunakan tidak jauh dari kata rindu, cintahalal, dsb. Usahakan memilih tag yang tepat, sebab tag akan digunakan oleh sistem wattpad untuk me-ranking tulisan yang kalian buat.
- Genre: Sesuaikan dengan cerita jugak. Apakah karya kalian itu berupa puisi, kisah cinta, fiksi ilmiah, atau apa.
- Target Audience: Tulisan kita adalah tanggung jawab kita sendiri, jadi jangan sampai salah sasaran. Jika menulis tentang kisah-kisah parenting maka sebaiknya memilih target pembaca dari rentang usia 25+
Jika semua yang diminta sudah terisi, selanjutnya silahkan klik 'table of content'.

Keempat, mulai menulis cerita per-bagian.
Wattpad mendidik kita untuk berperan aktif sebagai penulis solo. Ibaratnya, jika sudah sampai tahap ini maka bisa dibilang kita akan punya buku online yang bisa diakses oleh siapapun. Nah, Table of content/daftar isi bisa disesuaikan dengan cerita yang dimiliki. Misalnya ingin membuatnya menjadi 10 bagian. Tips, untuk penulisan novel sebaiknya setiap bagian kontennya tidak timpang (tidak terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Misalnya per-bagian mau 1.400 kata, maka usahakan dibagian selanjutnya tidak jauh-jauh dari angka tersebut).
Misalnya dalam karya yang berjudul durasi waktu ini, aku membuatnya menjadi 23 bagian.Masing-masing bagian rata 1.500-1.800 kata per bagian. Untuk mengawali bagian pertama, kalian sekalian bisa klik 'new part'.


Setelah muncul tampilan seperti ini, kalian bisa mulai menulis cerita per-bagian. Diawali dengan menuliskan judul, misalnya 'Part 1 - Aku anak STM (2009)', kemudian diikuti dengan menuliskan ceritanya dibawahnya. Untuk memeriksa jumlah kata, kalian bisa melihatnya di pojok kiri atas yaaa.
Kelima, tentukan apakah ingin Publish/Save.
Jika sudah selesai menulis, kalian bisa tentukan apakah tulisan ingin disimpan atau di-publish. Kalo disimpan, otomatis yang bisa membaca tulisan itu hanya kita sendiri. Aku pribadi lebih suka menyelesaikan beberapa bagian terlebih dahulu kemudian baru di-publish hehehe tapi ada juga yang suka langsung nulis-publish-nulis-publish aja. Pilihan publish/simpan ada di pojok kanan atas yaaa.
Keenam, publish.
Ketika kalian meng-klik publish, maka akan muncul tampilan dibawah ini
Dibagian bawah ada juga opsi untuk membagikan link ke berbagai sosial media mulai dari facebook, twitter, path, tumblr, dan lain-lain.
Oke, segitu dulu aja hehehe. Semoga tulisan ini berguna yaaa. Ntar kalo udah punyak akun wattpad jangan lupa untuk saling follow jugak. Jika ada yang ditanyakan boleh komen di postingan ini, DM instagram di akunku @selfiana_hanafi, atau bisa juga kirim email di selfianahanafi@gmail.com.
Selamat menulis ^.^

Ditulis oleh aku yang baru pulang ngaji.
Selfiana Hanafi.

Continue reading Self Edu: Cara Menulis di Wattpad

Senin, 25 November 2019

Self Story: Garis Bawah Novel Ayat-ayat Cinta


Assalamualaikum semuanya…

Gimana kabarnya? semoga segalanya semakin baik yaa ~Aamiin.
Alhamdulillah, aku tidak pernah menyangka akhirnya aku bisa membaca novel sampai selesai wkwkwk (bener-bener baca novel satu buku full). Definisi tuman adalah ketika aku membeli/mendapat novel, kemudian hanya membaca satu part aja hahahaha. Kadang juga ngerasa ngga enak hati, terutama ketika dapet doorprise novel di suatu acara.  Gimana ya? wkwkwk kalo ngga dibaca eman, tapi kalo dibaca kok yaa aku ini ngga terlalu interest. Wkwkwkw dasar aku! Nonton film ngantuk, baca novel apalagi :v




Source: bukurepublika.id

Ajaibnya, hal ini berbeda ketika aku menerima kiriman buku hibah. Tanpa ada angin-badai-topan-halilintar-halang-merintang, aku mendapatkan 4 buku setebal ±2,5 cm. Novel Ayat-ayat cinta, Novel Ketika Cinta bertasbih buku 1, Novel Ketika Cinta bertasbih buku 2, dan 1 Buku tentang Zikir.
Kalian mungkin sudah pernah melihat film yang diadopsi dari dua novel diatas bukan? Iya! Film ayat-ayat cinta dan ketika cinta bertasbih. Nah, hal ini 180 derajat berbeda denganku yang benar-benar blank dan tidak paham jalan cerita dua novel tersebut. Aku pernah dengar bahwa film ayat-ayat cinta memang sangat populer di tahun 2012, tapi apalah aku yang saat itu hanya bocah SMP yang sibuk latihan tari dan tidak paham hara-huru per-filman dan per-novelan di Indonesia.
Awalnya aku berencana membuat resensi begitu, tapi ternyata udah banyak dong wkwkwk. Sedihnya, kebanyakan resensi yang ada di blog-blog suka di-copas bebas untuk tugas Bahasa Indonesia ~hiks -.- Hal itu seketika mewurungkan niatku untuk menulis resensi novel. Budaya ngopas dari blog untuk menyelesaikan tugas itu sama sekali NDAK APIK. Kalau mau bikin resensi yang bagus yaa harus baca novelnya langsung. Ingatt yaa, instan yang enak cuman mie aja (tapi ujungnya kalo berlebihan yaa sama aja ngga sehat wkwkwk).
كُلُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ

“Makanlah kalian, bersadaqahlah kalian serta berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan juga tidak sombong” Diriwayatkan dalam
Sunan an Nasaa`iiy (558), “al Bukhaariy” secara mu`allaq dijazamkan dengannya (4/53).

Pokonya saranku, kalo mau bikin resensi wajib baca novelnya terlebih dahulu. Kurang-kurangi budaya ngopi dari blog.
Tentu saja my lov, from my own mind aku pingin nulis sesuatu yang berbeda. Ketimbang resensi Novel, aku ingin mencatat kalimat yang sudah aku garis bawahi (hal-hal penting). Rasanya, itu akan menjadi lebih berfaedah sebab layak untuk diingat dan diambil nilai-nilainya.

“Baiti jannati. Rumahku adalah surgaku. Tempat yang kami tinggali ini harus benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan.” ~Bagian 1, Halaman 20.
Sebagai manusia yang minim kemampuan Bahasa asing, aku menganggap Baiti Jannati adalah kalimat yang keren wkwkwkw. Pas baca kalimat itu rasanya mesam-mesem (maklum anak rumahan). Apakah kalian lebih suka diam dirumah ketimbang keluar-keluar ga jelas? Santuy! You’re not alone. Akupun begitu, dasarnya memang ngga hobi keluar rumah kecuali jika benar-benar ada kepentingan. Menjadikan rumah sebagai tempat yang menyenangkan tentu ngga bisa dilakukan sendiri, sebab ada orang tua dan saudara-saudara yang lain. Minimal, kalian bisa mulai menciptakan zona nyaman di kamar. Setting segalanya supaya terasa lebih nyaman. Ngga harus serba mewah kayak kamarnya prinses, pokonya dibikin se-nyaman mungkin. Rapi, bersih, serba pink, wangi aromaterami, gitu-gitu lah pokonya.
 Setelah selesai, berikutnya mulai jalin komunikasi yang baik antar anggota keluarga (ngobrolin hal yang ringan-ringan, ngaji bareng, nonton pertandingan bola/ufc bareng, makan bareng, atau ngupil bareng wkwkwk ngga ding). Social circumstance and family life itu penting bangetttt. Banyak teman yang salah paham, dikiranya aku sejak lahir deket sama adik-adikku. Ngga! Dulu aku cuek bebek. Bodoh amat soal adek, tapi ortu menanamkan buat saling peduli. Hal itu akhirnya yang membuatku mendekati adek-adekku dan menanyakan segala hal tentang perkembangan belajar mereka dalam hal apapun. Lagian, manusia mana yang ngga luluh kalo diperhatikan dan dipedulikan secara terus-menerus? Secara otomatis sekarang adek-adekku menjadikan aku sebagai teman mereka. Tanpa mengurangi rasa hormat, mereka tahu batas kesopanan gimana memperlakukan aku sebagai seorang mbak tanpa harus merasa lebih senior. Situasi menyenangkan di dalam rumah tercipta dengan smooth meski kadang masih ada aja bumbu-bumbu percekcokan yang lumrah.

“Dan pada kenyataannya, tak ada buku atau kitab di dunia ini yang dibaca dan dihafal oleh jutaan manusia setiap detik melebihi Al-Qur’an” ~Bagian 1, Halaman 24.
MasyaAllah T.T ini bener banget. Teringat kalimat yang disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber “Hanya Qur’an yang tidak akan meninggalkanmu. Hanya bacaan qur’an yang menemanimu menuju Allah. Bukan suami/orangtua/anak, tetapi qur’an. Tidak sekalipun bacaan qur’an itu pergi darimu. Kau akan ditemani hingga sampai di Surganya Allah dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Masa manfaatnya luar biasa seperti itu kita tidak mau membacanya?”
Bacaan Qur’an kalian mungkin lebih baik dan sempurna ketimbang aku yang masih gratal-gratul ini. Untungnya, Allah Maha Baik. Orang yang bacaannya belum lancar justru mendapatkan dua pahala lebih banyak ketimbang yang bacaanya lancar :’) Satu pahala untuk kesabaran membaca Al-Quran, dan satu pahala untuk kesulitan yang dialami ketika membaca Qur’an. Jadi, bersemangatlah! wis pokoe nderes ae terus, No Matter What Keep Reciting Qur’an. Ala bisa karena biasa, kalo masih gratul-gratul yaa belajar baca terus, minta sama Allah kemudahan. My love, gusti Allah mboten sare.  Semoga Allah menjadikan kita semua dan keturunan kita kelak menjadi ahlul qur’an ~Aamiin.

“Di dunia ini memang banyak sekali rahasia Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh manusia lemah sepertiku.” ~Bagian 1, Halaman 27.
Sombat-sambat-sombat-sambat. Ini rasanya kok aku banget ya? Hehehe Astaghfirullah~
Baca Novel ayat-ayat cinta sedikit menyentil batinqu ~Hilih. Manusia hanya bisa berencana ini-itu, urusan hasil masih jadi hak-Nya. Yayaya, benar! Hasil akhir memang representasi dari proses yang sudah diusahakan, tapi bukankah sangat jelas jika Allah selalu campur tangan? Allah sendiri loh yang turun tangan memilihkan apa-apa yang terbaik untuk kita :’)
Kalo kata Gus Baha, “Sebagai hamba kita harus bisa mensifati Pengeran (Allah SWT). Kita ini lemah maka ada Allah yang Maha Kuat. Kita ini miskin, maka ada Allah Maha Kaya. Kita ini polos, maka ada Allah yang Maha Tahu. Kita ini kecil, maka ada Allah yang Maha Besar. Kapasitas kita sebagai manusia ini sangat terbatas, intinya apa? Allah ingin semua dari kita ini hanya bergantung kepada-Nya.” Yap! Allah know who and what best for our life.

“Sebab, hanya Allah saja yang berhak menentukan siapa-siapa yang patut diberi hidayah.” ~Bagian 1, Halaman 27.
Kata Gus Baha, “Ibadah itu punya keangkuhannya sendiri.” Dari kutipan beliau aku mengartikan bahwa kita ndak bisa memaksa orang lain melakukan segala hal yang menurut kita baik, apalagi jika urusan ibadah yang hakikatnya habluminallah. Yang harus saling disadari ialah Jika langkah kita terasa ringan ketika melakukan ibadah, maka disitulah letak Allah memberikan hidayah.

“Tak ada yang berhak melaknat manusia kecuali tuhan.” ~Bagian 3, Halaman 40.
Kalimat ini mengingatkan aku bahwa no judgement itu penting untuk dibiasakan.  Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat julid dan nyinyir. Pun, ya? Ndak  perlu menghukumi orang lain baik/buruk, cukup mendoakan yang terbaik aja. Gimana? Mantuls

“Cara menurunkan amarah orang mesir adalah dengan mengajak membaca sholawat” ~Bagian 3, Halaman 44.
Btw ini untuk orang mesir. Kalo untuk orang Jawa Timur, kira-kira piye? Ehehehe. Oiya, di salah satu kajian youtube Ust. Abdul Somad, aku pernah mendengar beliau mengatakan hal yang sama. Jika ada orang yang lagi berantem, maka ucapkanlah sholawat. “Allahumma Sholi ‘Ala Sayyidina Muhammad,” Mereka yang bertengkar akan auto menjawab sholawat tersebut. Minimal ada jeda sebelum melanjutkan amarah berikutnya wkwkwkw syukur-syukur kalo bubar. Cara ini belum pernah aku coba, lah gimana? Aku jarang liat orang berantem. Ngga kebayang sih, pas lagi enak-enak tengkar tiba-tiba nyeletuk gitu wkwkwk enak-enak jare *Ups.

Ngga kerasa dong, ternyata udah 1200 kata wkwkwkw. Sebenernya masih ada banyak garis bawah yang ngga kalah seru. Kalo aku terusin, kuatirnya malah seperti copas novel Kang Abik. Intinya, aku ngga menyesal telah mengurangi jam bubukku untuk baca Novel ini dalam sekali duduk.

Untuk siapapun yang butuh amunisi quote pembangun jiwa, bisa langsung baca novelnya aja ya. Terimakasih buat siapapun yang sudah mampir. Semoga berfaedah yaa, mon map jika ada typo-typo. Jariku bertulang, tapi kesempurnaan hanya milik Allah SWT. hehehe Apaan si? bisa dipahami ya? Wuwuwuw cerdas! ~Sekian.

Ditulis oleh aku yang laptopan sambil nyedu Es Susu Coklat.
Selfiana Hanafi.

Wassalaamu'alaikum warahmah.

Referensi:
Shirazy, Habiburrahman. 2008. Ayat-ayat cinta (sebuah novel pembangun jiwa). Jakarta: Penerbit Republika.
Muftisani. 2016. Jangan Berlebihan. (Online), (https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/09/15/odjd4o313-janganlah-berlebihan). Diakses Senin, 25 November 2019.



Continue reading Self Story: Garis Bawah Novel Ayat-ayat Cinta