Sabtu, 16 Oktober 2021

Self Edu: Belajar investasi saham di Pasar Modal Mulai dari Nol

Satu tahun aku berganti tempat kerja, rasanya udah banyak banget hal yang aku lewati wkwkw. Aku sangat bersyukur karena bisa belajar banyak hal dan merasakan sendiri gimana sih masuk perusahaan yang masih Growth. Perusahaan yang semula private, namun saat ini udah berhasil tercatat di Bursa Efek Indonesia atau Go-Public. Tentunya, keberhasilan itu diraih atas kerja keras banyak pihak. Dalam hal ini, aku medapatkan amanah untuk menghandle seluruh data keuangan selama tiga tahun terakhir bekerjasama dengan Konsultan Akuntansi dan Konsultan perpajakan yang ditunjuk.

Terlibat langsung dalam proses IPO (Intial Public Offering) menjadi pengalaman yang berharga bagiku. Aku ngalami banget gimana rasanya kerja diluar jam kerja hanya demi menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait prospectus keuangan. Habislah gelap terbitlah terang. Setiap kerja keras yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, pasti akan menuai hasil yang baik. Alhamdulillah, setelah perusahaan tempatku bekerja berhasil menembus pasar modal Indonesia, aku mendapatkan bonus. Nah, bonus yang diberikan adalah 107 lot saham perusahaan dan 26 lot warran perusahaan dengan harga Base IPO.

Sejauh ini, aku memang belum menggunakan instrumen saham untuk rencana investasi jangka Panjang. Alasannya, karena aku udah nabung di reksanadana saham dan lebih merasa aman aja investasi disitu (Plus, belum ada duit buat investasi di pasar modal wkwkwk padahal 70% dari gaji alokasinya untuk investasi, the real frugal living). Pas dapet bonus berupa saham, mikirnya. “Oh yaudah, mungkin ini rejeki dari Allah bahwa udah saatnya aku membangun diversifikasi investasi dan belajar investasi saham di pasar modal.” Wkwkwkw dan yaaah, begitulah awalnya aku mulai belajar investasi di pasar modal hingga saat ini.

Dipostingan kali ini aku akan bercerita Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan untuk mulai investasi di pasar modal based on my personal experience. Here we go!

Langkah ke-0: Modal

Namanya juga investasi, pasti butuh yang Namanya modal untuk diinvestasikan. Modal investasi saham menurutku ada tiga; 1) Uang, 2) Memantapkan hati buat 100% investasi, 3) Mau belajar dari orang-orang yang udah sukses investasi saham.

Kenapa harus ada uang? Ya kali, kita kan gabisa beli saham pake daun, jadi harus ada uang dingin yang disisihkan untuk investasi di pasar modal. Uang dingin adalah uang yang benar-benar masuk porsi investasi dalam jumlah waktu tertentu, untuk tujuan tertentu, dan memang tidak digunakan/diambil sampai tujuannya tercapai. Misalnya kalian punya tabungan, tapi sesekali masih sering diambil/digunakan pada saat kepepet, itu Namanya bukan uang dingin ya wkwkwk itu masih uang panas. Kalo belum punya uang dingin gimana? yaa bikin tabungan dana darurat dulu. Misalnya gaji 6.500.000, berarti dana darurat sedikitnya adalah 70% dari gaji. Persentase dana darurat ngga mesti 70% kok, bisa kalian atur sendiri sesuai kebutuhan. Setelah punya tabungan dana darurat, barulah bikin porsi uang dingin.

Setelah punya uang dingin, berikutnya adalah memantapkan hati buat investasi. Sejujurnya, ada banyak instrumen investasi keuangan. Saham adalah satu dari sekian banyak pilihan seperti reksadana, obligasi, pasar uang, dan Peer to Peer Lending (P2P). Yang Namanya investasi artinya menanam dana dalam jumlah dan waktu tertentu yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Nah, kalo udah niat dan memantapkan hati buat investasi saham, kuncinya harus sabar, yakin, dan jangan mudah panik. Jangan grusa-grusu menarik investasi kalo tujuan investasinya belum tercapai. Maksudnya gimana? Pergerakan harga saham itu fluktuatif pol, kadang bisa untung banget dan kadang bisa rugi banget. Trus kalo rugi gimana? Kalo investasinya ngga segera ditarik, jangan-jangan uangku hilang, lenyap? Nah ini, kalo pemikiran kayak gini masih muncul, artinya hatinya belum mantap buat investasi saham. Silahkan left chat aja wkwkwk Tapiiiiii, kalo pemikiran semacam itu udah terkubur silahkan baca paragraph dibawah.

Jangankan investasi, belanja online aja jugak ada risikonya. Udah terlanjur beli, eh pas barangnya dateng kualitas ga sesuai, ga cocok, warnanya beda dengan gambar, ukurannya kebesaran/kekecilan, ga sesuai ekspektasi. Namun, risiko itu bisa banget diminimalisir kan? Yap! kalian bisa lebih teliti dalam memeriksa review pelanggan sebelumnya, baca testimoni, lihat bintang dari toko yang bersangkutan, liat kapan terakhir kali toko tsb online, berapa jumlah produk yang terjual, chat sama penjualnya, responsive/engga.

Untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan dalam berinvestasi juga kurang lebih sama, pasti ada caranya yaitu belajar dan teliti. Orang-orang dengan nilai kekayaan terbesar didunia lewat jalur investasi saham udah banyak banget. Bukunya ada, orangnya ada, dan channel youtube yang membahasnya pun bertebaran. Aku jugak belajar dari mereka semua. Risiko rugi itu pasti akan tetap menghantui, tinggal pinter-pinternya kita belajar dan meminimalisir kerugian sampe jadi keuntungan yang maksimal.

Aku tidak akan skip Langkah ke-0 ini, karena ini dasar banget. Jika aku tidak mendapatkan bonus berupa saham, mungkin hingga saat ini aku juga ga bakal punya saham. Kenapa? Ya karena hatiku kurang mantap aja wkwkwk. Setelah dapet bonus berupa saham, alhamdulillah udah mulai lebih sering top-up karena yaaa beneran ngerasain se-enak itu dapet cuan dari investasi saham (meskipun masih investor retail/punya saham dalam jumlah kecil).

Langkah ke-1: Memilih Sekuritas

Seluruh proses pemilihan sekuritas yang aku pake udah diurus oleh perusahaan tempatku bekerja, jadi aku ngga terlalu inget detail prosesnya gimana (waktu itu aku udah disibukkan dengan urusan ini dan itu). Yang jelas, perusahaan tempatku bekerja pasti memilih sekuritas yang minim biaya dan memiliki berbagai keunggulan. Dalam hal ini, perusahaan bekerjasama dengan pihak ketiga yang disebut Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI). Selengkapnya tentang KISI bisa kalian baca disini.

Kalian bisa baca dan cari tau berapa fee yang dikenakan pada saat kalian membeli saham/menjual saham, berapa lama proses yang dibutuhkan dari daftar sampai dengan mulai berinvestasi, berapa lama proses penarikan dana (withdrawal), kemudian silahkan compare dengan beberapa sekuritas yang berbeda.

Setelah memilih sekuritas, pasti kalian akan diminta untuk menyiapkan KTP, NPWP, Materai, Foto halaman depan buku tabungan kalian, dan mengisi beberapa lembar formulir untuk pembukaan rekening RDN dan formulir untuk mendaftar sebagai nasabah di Pasar Modal (Kalo di KISI, ada 24 lembar form yang harus diisi dan dibaca dengan santuy). Tenang aja, semuanya yang urus sekuritas kok, kalian tinggal ngisi dan aktif tanya updatenya ke customer service (CS) yang dari awal menerima dan mengurus data kalian.


Setelah mendapatkan email diatas dari pihak sekuritas, berikutnya kalian akan mendapatkan akses untuk membeli dan menjual saham menggunakan software atau aplikasi yang disediakan oleh sekuritas. Kebetulan KISI sudah menyediakan versi PC dan mobile. Tinggal unduh dan install aja. Aku pribadi udah coba kedua versi, honestly lebih suka akses lewat PC.

Apakah proses diatas dikenakan biaya? Sejauh aku follow Instagram KISI, proses diatas tidak dikenakan biaya sama sekali. Sama halnya dengan ketika kalian buka rekening tabungan di bank. Hanya dengan menyetorkan uang 100rb sebagai setoran awal minimal, kalian udah bisa dapet rekening, ATM, dan akses M-Banking. Nah, di KISI ini juga gitu. Kalian tinggal setor 100rb sebagai setoran awal/dana mengendap di rekening RDN, nanti bakal dapet akses KOINS via PC atau Mobile. Yuk nabung saham wwkwkw. ~slebewww

Nama aplikasinya emang agak rancu, tapi ini bukan seperti koin-koin yang diperdagangkan secara online yaa, beda dengan bitc*ins, Bin*mo, D*gekoins, F*rex, Crypt*. Bukan yaaaa bukan yang ituuuuu. Bukan digunakan untuk jual beli mata uang, tapi ini NYATA jual beli saham perseroan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Nah, kalo ada pihak yang ngasih iming-iming naruh uang sejuta bisa jadi sepuluh juta dalam waktu sekejap berkedok investasi, itu udah pasti penipuan. Kalo bisa bener begitu, pasti semua orang udah pada kaya dong, gausa kerja wkwkwkw. Edukasi finansial itu penting, makanya jangan keseringan nonton tik-tok sampe lupa belajarnya.

Langkah ke-2: Mulai top up

 Setelah berhasil punya rekening RDN dan bisa akses software untuk investasi saham, kalian bisa top-up uang dingin yang diawal udah disiapkan. Jangan lupa rutin top-up supaya tujuan investasinya semakin cepat tercapai.

Diawal, aku skip Langkah ke-2 soalnya tanpa top-up, aku udah dapet 107 lot saham dan 26 lot warran. Kalo dirupiahkan yaa kurang lebih Rp. 2.800.000 saham, dan Rp. 700.000 warran. Saat lagi ARA, aku memutuskan untuk menjual seluruh saham perusahaan yang diberikan kepadaku wkwkwkw  (Auto Rejection Atas, alias aku pasang harga jual tinggi pun, langsung ada yang mau ngebeli/laku tinggi). Namanya juga bonus, terserah dong mau di-keep atau diapain. Oke, mumpung harga lagi ARA, aku jual 107 lot saham yang semula nilainya Rp. 2.800.000 jadi laku Rp. 5.200.000 (sungguh keputusan finansial yang bijaksana sekali, mengingat saat ini harga saham perusahaan per 15-10-2021 lagi ARB/kebalikan ARA, hiks).

Dari dulu memang hatiku belum mantap untuk investasi saham, jadi rencana jual ini sudah ada sejak awal ada info bonus berupa saham perusahaan. Kalopun tak jual, larinya bakal ke reksadana/emas. Namun, hati kecilku tiba-tiba menjerit dengan percaya diri wkwkwk “Gak, Sel! Sebagai alumni mahasiswi yang dulunya pernah ikut organisasi KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal), ini udah saatnya! Kamu harus belajar investasi saham. Bismillah.”

Anggaplah, proses jual saham yang semula bonus ini adalah proses top-up wkwkwk.

Langkah ke-3: Mempelajari segala hal yang penting sebelum terjun langsung

Setiap pulang kerja, aku nonton youtube, baca berbagai artikel dan buku tentang gimana cara beli saham yang bisa memberikan keuntungan yang signifikan, kapan waktu yang tepat buat beli saham, apa aja faktor yang perlu perhatikan sebelum membangun portofolio saham, apakah harga saham emiten hari ini lagi mahal atau lagi murah, apa itu Analisa kualitatif dan kuantitatif dalam investasi saham, gimana caranya liat poin penting annual report dan laporan keuangan perusahaan, dan banyak hal.

Semua pertanyaan yang muncul di otakku harus bertemu dengan jodohnya, jodohnya yaa jawaban yang tepat. Sebelum ketemu jawaban yang tepat, aku ga bakal berani ngasal/nekat terjun langsung investasi di saham. Beberapa kesimpulan hasil belajarku bisa kalian baca di highlight Instagram @selfiana_hanafi. Aku juga bagiin worksheet tentang  gimana step beli saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui berbagai filter dan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif.

Oiya, saran aja nih. Sebaiknya hindari dulu gabung/masuk ke grup telegram jika niatnya memang mau belajar. Mending belajar sendiri dulu, baca buku aja jangan baca komen. Puaskan rasa penasaran itu by yourself. Hindari baca komen-komen kenaikan/penurunan harga saham yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, karna hal itu akan sangat nge-distract proses belajar kalian, bukannya makin pinter malah makin was-was. Bahaya kalo itu mempengaruhi keputusan finansial kalian. Liat harga saham turun, langsung was was, langsung panik. Dibumbui sama komen-komen orang yang kalian ga kenal siapa mereka, pendidikannya gimana, atas dasar apa dia berkomentar demikian langsung cutloss, Lha kalo sampe kayak gini, berarti ini ndak cerdas namanya.

Langkah ke-4: Familiar dengan Pasar Modal Indonesia sampai fitur software/aplikasi yang digunakan

Perlu kalian ketahui bahwa satuan dalam jual beli saham adalah Lot. 1 Lot sama dengan 100 lembar saham. Misalnya kalian mau beli saham BBNI, harga per lembarnya adalah Rp. 4.900, maka uang yang harus disediakan minimal Rp. 490.000 (harga Rp.4.900 dikali 100/1 Lot). Contoh lain, harga saham PWON per lembarnya Rp.500, maka uang yang harus disediakan minimal Rp. 50.000 (harga Rp. 500 dikali 100/1 Lot), kalo mau beli 8 lot yaa silahkan dikalikan sendiri. Jadi kalian gabisa beli 1 Lot setengah yaa wkwkwk.

Kalian juga mesti paham bahwa baik melalui aplikasi mobile/PC, kalian akan mendapati kode-kode yang terdiri dari 4 huruf seperti; PGAS, ANTM, BBNI, OILS, PWON, UNVR, ICBP, KLBF. Nah, kode-kode ini adalah identitas perusahaan yang sahamnya sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Masing-masing sekuritas pasti memiliki perbedaan fitur, maka kenali fitur yang disediakan oleh sekuritas yang kalian pilih. Sambil menyelami Langkah ke-4, silahkan utek-utek apa aja isi softwarenya. Apa keunggulannya, baca manual booknya, kalo masih belum paham bisa lihat tutorial videonya, kalo masih bingung silahkan tanya ke helpdesk sampe jelas. Pastikan sebelum bertanya kalian udah baca/minimal cari tahu dulu. Gimana cara deposit uang, gimana cara melakukan penarikan dana, gimana caranya ubah harga (amend), gimana caranya baca berita terkini dari masing-masing perusahaan. Seru deh pokonya.

Langkah ke-5: Bikin watchlist saham-saham perusahaan blue chip

Setelah mengumpulkan berbagai informasi penting dan sudah menguasai fiturnya, selanjutnya adalah bikin watchlist saham-saham perusahaan yang menjanjikan. Yang dimaksud dengan saham perusahaan blue chip ini adalah saham perusahaan yang track recordnya selalu baik baik dari segi teknikal dan fundamental. Gunanya bikin watchlist adalah melakukan update ketika ingin melakukan pembelian, update apanya? Kalian bisa download worksheet yang aku sebutkan di Langkah ke-4 secara gratis, kemudian silahkan lakukan update sesuai tanggal dimana kalian akan membeli saham, sehingga kalian bisa beli saham perusahaan yang oke, disaat harga lagi murah-murahnya.

Ingat, Harga saham turun belum tentu murah. Saham dikatakan mahal atau murah itu ada banyak faktornya, salah satunya adalah Harga pasar (Fair value) < Nilai buku (Book Value). Nah, fenomena ini disebut juga dengan istilah discount. Ringkasnya ada di worksheet.

Langkah ke-6: Semangat bekerja untuk top-up

Yap! Ketika Langkah ke-0 sampai ke-6 sudah berhasil dilalui, berikutnya kalian tinggal santuy2 aja. Biarkan passive income bekerja untuk kalian. Top-up per bulan sesuai dengan finansial planning, kemudian pastikan kebutuhan keseharian tetap aman terkendali tidak kurang suatu apapun.

Dari Bonus aja, semula nilainya 2.800.000, meningkat jadi 5.200.000, kemudian aku gunakan untuk membangun portofolio saham beberapa perusahaan dengan berbagai Analisa dan pertimbangan. Per 15 Oktober 2021, nilainya meningkat jadi 6.300.000. Jika dirupiahkan tentu saja masih terbilang sangat kecil, namun hikmahnya adalah tetap harus belajar, sabar, dan jangan mudah panik. Ketika sudah belajar, harus selalu muncul pertanyaan baru yang membuat kalian semakin ingin belajar. Aku tidak meletakkan investasi dalam satu instrumen keuangan, melainkan ke banyak tempat (diversifikasi). Semakin bervariatif, semakin kecil pula risiko ruginya. Meski nantinya kalian sudah mulai bisa dan memiliki history yang baik dalam invenstasi saham, jangan sampe semuanya diletakkan di dalam satu instrumen aja. Artinya, jika ada instrumen investasi baru, jangan meninggalkan yang lama atau mengambil yang lama untuk ditempatkan ke yang baru seluruhnya. Biarkan tetap pada tempatnya. Kalo bisa malah bertambah, kalo belum bisa bertambah ya dibagi dulu.  

Semangat berinvestasi,

Ditulis oleh aku yang lagi makan sayur lodeh,

Selfiana Hanafi.






Continue reading Self Edu: Belajar investasi saham di Pasar Modal Mulai dari Nol

Jumat, 11 Juni 2021

Self Story - My Khitbah Story 2021


Alhamdulillah, di usia yang ke-24 tahun ini Allah telah mempertemukan aku dengan sosok laki-laki yang nantinya akan menjadi Qowwam di dunia dan InsyaAllah bisa mendidikku sampai ke Jannah. Proses pendekatan kami dari awal hingga khitbah kurang lebih telah dijalani selama 4 (Empat) bulan.  Di pertemuan pertama, Abang menyampaikan tujuannya dengan kata-kata yang sangat singkat, padat, dan jelas. Tidak ada bunga dan suasana yang romantis yakali bukan drakor wkwkwkw. Intinya, keinginan Abang untuk mengenalku tidak lain dan tidak bukan adalah berjalan menuju ke jenjang yang lebih serius. Tidak sekadar berteman biasa.

Gumamku dalam hati. “Ya Allah? Ini sungguhan? Abang ini yakin? beneran? Gamau pikir-pikir dulu gitu? I think You deserve more loh!”

Saat itu, aku masih belum memiliki keyakinan untuk menerimanya. Merasa belum layak, belum siap, belum mumpuni, belum cukup ilmu, dan belum-belum aja gitu. Entahlah, ditambah masih ada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, kontras watak yang sangat melekat, berbagai keraguan yang butuh diyakinkan, dan berbagai luka yang masih harus disembuhkan. Banyak alasan yang tidak bisa dijelaskan mengapa aku memiliki pemikiran demikian.

Menurutku, responku saat itu adalah hal yang lumrah. Sudah menjadi tabiat manusia jika diberikan pilihan maka akan memilih pilihan yang terbaik. Apalagi kalo bicara tentang pilihan pendamping hidup. Aku paham dan sadar bahwa pilihan yang terbaik pasti nantinya akan memberikan kemudahan untukku menjalani kehidupan berumah tangga. Aku juga memahami konsep bahwa Pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup. Ketika Akad sudah terucap, maka terjadilah perjanjian antara manusia dengan Rabb-Nya yang disaksikan oleh ribuan Malaikat. Semua yang hadir ikut mengamini doa-doa terbaik yang dipanjatkan. Momen yang insyaAllah menjadi momen sekali seumur hidupku. Sekali saja dan aku tidak ingin salah orang. Se-sakral itu aku memaknai sebuah momen pernikahan. Bukan main-main.

Lengkap dengan kebahagiaan, pasti akan ada aja ujian yang akan dihadapi. Entah itu ujian dari kedua orangtua, anak, saudara, teman, finansial, masing-masing dari kita, atau bahkan pihak ketiga. Dalam menghadapi ujian tersebut, aku ingin bersama dengan laki-laki yang hanya memiliki rasa takut dan taat kepada Allah SWT. Sebab, jika rasa takut kepada Allah SWT itu masih ada didalam hatinya, maka tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi kedepannya. Jika ada ketaatan dalam hatinya, maka ia akan bertindak-tanduk selaykanya seorang pemimpin dalam rumah tangga yang seutuhnya.

Tidak lain panutanku dalam hal keilmuan pernah berkata

“Pilihlah lelaki yang baik agamanya. Jika marah ia tidak menghina, jika cinta ia akan memuliakan” – Ali bin Abi Thalib.

Saat menentukan pilihan tentang pernikahan, aku tidak ingin pilihan itu hanya semata-mata didasari oleh nafsu dan diburu oleh waktu. Misalnya nih, karena ada banyak temen yang sudah menikah trus pingin ikut-ikutan nikah. Akhirnya? ketemunya pasangan yang sedapet-dapetnya. Pusing mikirin skripsi, trus tiba-tiba pingin nikah. Ngga sabar liat keuwuan pasangan selebriti yang nikah muda, trus pingin ikutan nikah. Stress dapet undangan nikah mulu, jadinya pingin cepet-cepet nikah. Nah, dasar semacam itu menurutku sangat tidak dewasa jika dijadikan pondasi untuk memulai kehidupan berumah tangga. Ini menurutku yaaaa~

Lah trus? dasar yang paling oke apa?

Sejalan dengan kutipan yang aku tuliskan diatas, dasar agama. Sejauh ini, benar bahwa selama proses perkenalan, marahnya Abang tidak pernah menghinakanku dan cintanya bisa dirasakan bahwa memang Abang memuliakanku ~Alhamdulillah, uwu mantap. Bohong jika selama masa perkenalan kami adem ayem, justru kami seringkali bersitegang, namun kami bergantian saling mengingatkan dan mengalah. Istighfar bersama-sama masih menjadi opsi ketika amarah sedang hebat-hebatnya. Gimanapun, keadaan harus bisa segera mencair kembali. 

Selama masa penjajakan ini, banyak hal yang sudah dilalui. Singkat tapi menurutku on point, dan memang seharusnya begitu. Bersyukur antara aku dan Bang, ngga ada pihak yang merasa nggantung atau digantungkan. Ngomongin soal kriteria, sebenernya aku punya kriteria yang umumnya diinginkan oleh setiap wanita. Salah satunya, ingin memiliki pasangan yang tidak merokok. Nah, bukannya abang ini tidak pernah merokok sama sekali, katanya sih pernah coba tapi nggak suka rasanya. Kriteria lain cukup aku aja yang tau wkwkwkwk. Selama proses penjajakan, kami sering ngobrol soal pandangan kedepan, hobi, kebiasaan, apa yang disuka dan nggak disuka, selebihnya yaa obrolan seperlunya aja. Setelah itu, mulailah aku; 

Dikenalkan pada kedua orang tua

Aku lupa tepatnya kapan, pokonya akhir Februari 2021. Untuk pertama kalinya aku silaturahmi kerumah Abang untuk menemui kedua orangtuanya. Sampai di depan rumah, terlihat dibalik jendela sosok laki-laki paruh baya yang sudah menungguku, tidak lain beliau adalah Ayahnya Bang.

Alhamdulillah,” adalah kalimat pertama yang diucapkan Ayah usai menjawab salamku. Berulang kali beliau menatapku kemudian mengucap hamdalah, seolah beliau bersyukur putra bungsunya bertemu dengan Wanita sepertiku wkwkwk GR dikit boleh lah yaak hihiw. Seketika kekhawatiran perihal bayangan mertua yang menyeramkan pun punah.

Sepanjang perjalanan aku berdoa kepada Allah ta’ala. Bismillah, dengan niat yang baik ini, semoga aku diberikan kelancaran, kesan pertama yang mempesona, dan diterima dengan baik di keluarganya. Alhamdulillah, doa itu diijabah.

Abang mondar-mandir ngeluarin maeman dan camilan yang udah disiapin Ibuk, sedangkan aku ngobrol santuy sama Ayah. Sejujurnya ngga se-santuy itu sih wkwkwkwk Ayah orangnya detail banget, jadi pertemuan pertama yang dibahas udah banyak. Obrolannya ngalir aja gitu. Aku ditanya tentang arti nama, diminta cerita tentang keluarga, kenal Abang darimana, apa yang ngebuat aku suka sama Abang, trus kedepannya sama Abang pinginnya gimana, ditanya soal niat bersedekah, amalan selesai sholat biasanya yang dibaca apa, dan banyak lagi. Ayah sama Ibuk juga cerita tentang Abang itu anak yang kayak gimana. Fun-Fact, aku adalah Wanita pertama yang dikenalkan Abang ke Ayah sama Ibu (InsyaAllah jadi yang pertama dan terakhir).

Dilibatkan dalam Acara Keluarga (March 14th, 2021)

Abang emang bukan tipe laki-laki yang suka bermain sosial media. Mon Maap, feeds instagramnya aja terakhir kali upload tahun 2016 wkwkwkw. Jangankan update story Instagram, update status Whatsapp aja jarang banget. Kalopun update yaa tentang ceramah, kajian, video yang ngingetin soal kematian, siksa kubur, gitu-gitu deh.

Abang bukan tipe orang yang butuh recognize, attention maupun approval dari orang lain. Tipe Koleris itu gimana si? Ya begitu itu wkwkwkw kan beda banget yak sama yang plegmatis macam aku nih. Intinya, Abang punya cara sendiri buat ngenalin aku ke lingkarannya. Misalnya, aku dilibatkan secara langsung saat ada acara keluarga. Dengan begitu, aku juga ostosmastis jadi kenal dan akrab sama Kakaknya, Calon kakak iparnya, Bude-Pakde nya, Om-Tante nya, Saudara sepupunya. Sesekali upload iya, tapi bukan yang everytime, everywhere, every single minute, every meet up, every special moment di gembar-gemborkan gitu loh. Begitu pula sebaliknya, aku juga melibatkan abang jika ada kesempatan dalam acara-acara keluarga.

Abang menemui Orangtuaku untuk menyatakan keseriusan (April 4th, 2021)

Abang berulang kali menanyakan kapan dia boleh main kerumah dan menyampaikan niat baiknya pada kedua orangtuaku, namun aku masih mengulur waktu. Bukan dengan sengaja, namun aku ingin lebih memantapkan dan menata hati kembali. Sudahkah aku melibatkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan? Sebab masih ada beberapa hal yang masih mengganjal. Hal semacam itu memang harus dituntaskan dan diselesaikan terlebih dahulu. Utamanya perihal hati. Aku tidak ingin ada kekecewaan atau semacamnya di kemudian hari ketika pilihan itu sudah dibuat.

H-7 Ramadhan, Abang datang kerumah untuk bertemu dengan Ayah dan Bunda. Berpakaian rapi, Abang menyampaikan niat baiknya bahwa minggu depan akan mengajak keluarga intinya untuk silaturahmi sekaligus Khitbah.

From the depths of my heart. “Ya Allah dah sampe di titik ini yaa, akuu?”

Malam itu Ayah dan Bunda memberikan beberapa pertanyaan kepada Abang seputar apa yang membuatnya yakin bahwa nantinya memilihku sebagai pasangan hidupnya, adakah kebanggaan ketika mengenalku, dan beberapa pertanyaan lain yang disampaikan dan dijawab dari hati kehati. Bunda juga banyak cerita ke Abang tentang bagaimana masa kecilku, gimana aku survive, gimana pengalaman belajarku dari kecil sampai sekarang, bagaimana Bunda mendidikku, hampir ½ dari proses hidupku diceritakan langsung oleh Bunda ke Abang. What a special night ever. Kenapa aku bilang gitu? Karena segala hal tentangku yang dikatakan oleh orang-orang terkasihku adalah benar adanya. Tidak aka nada yang aku tambah apalagi aku buat buat. Yaudah begitu adanya perjalanan hidupku. MasyaAllah dah~

Khitbah (April 11th, 2021)

Seminggu kemudian, Abang dan keluarganya datang ke rumah dengan niat ingin meng-khitbahku. Pagi yang tenang, semua orang berkumpul untuk saling mengenal satu sama lain. Pertanyaan khitbah disampaikan langsung oleh Ayahnya Abang, kemudian ditanggapi oleh Ayahku kurang lebih seperti ini;

“… Bahwa saat ini memang anak saya Selfi, masih belum menerima khitbah dari siapapun. Kemarin-kemarin, beberapa kali memang sudah pernah ada yang menanyakan, namun hanya sekadar menanyakan sebatas kabar saja. Belum sampai pada pertemuan keluarga seperti ini. Hal-hal semacam ini memang tergantung pada anak-anak, sebab anak-anak inilah yang nantinya akan menjalani. Intinya, Khitbah ini adalah pertama yang diterima oleh keluarga kami khususnya kepada Anakku Selfi dan mudah-mudahan bisa berlanjut hingga jenjang pernikahan nanti.”

Alhamdulillah, lega! Udah itu aja definisi atas segala hal yang terjadi pada hari itu.

Pertemuan Keluarga di bulan Syawal (May 23rd, 2021)



Setelah Ramadhan berlalu, Keluarga besarku silaturahmi kerumah Abang untuk pertama kalinya. Diem-diem Bunda beli Abaya selusin dong, katanya buat nanti dipake pas kerumah Abang, biar kembaran. Ibund inisiatif sendiri. Dari jauh-jauh hari lebih antusias ketimbang aku. Jujur aku terharu, sebegitu sayangnya Ibund ke aku. Semua saudara kandungnya (Bude, Om, dan Tanteku) dihubungi, sekiranya yang punya kesibukan bisa menyempatkan waktu buat acara ini. Bunda emang gitu orangnya, terbuwaikkk. Bunda juga yang udah ngatur semuanya. Ngga kebayang kalo ngga ada Ibund aku bakal gimana :’)

Rasanya, berdosa banget aku sampe detik ini masih nyusahin ibund. Dalam banyak hal, aku masih belum bisa jadi anak yang baik buat Ibund. Aku sering banget ngecewain ibund. Terlepas dari itu semua, aku sayang banget sama Ibund.

Minta doanya aja supaya segala hajat yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan barokah buat semuanya. Amiin ya robbal alamiin. Postingan kali ini semacam disclosure bahwa aku tidak sedang berjuang seorang diri. Sudah ada hati yang sedang aku jaga dan tidak sedang menerima hati yang lain. 

This post marks my new step journey in my 24th. At the same time, I am glad to know you Abang Ma’ruf Firmansyah. Let us support each other to have an everlasting growth. We grow together, in all aspect of our life.

Continue reading Self Story - My Khitbah Story 2021

Rabu, 02 Juni 2021

Self Business @gowogawan_ : Jasa Sewa Kotak Seserahan, Hantaran, dan Kotak Cincin di Sidoarjo dan Surabaya

Gowo gawan merupakan bisnis kreatif yang bergerak dalam bidang jasa sewa dan penjualan ring box dan kotak hantaran/seserahan dengan berbagai pilihan. Kami menawarkan harga terbaik sehingga dapat menjadi alternatif yang tepat, efektif, dan efisien untuk menjadi bagian dari momen spesial kalian. Kami melayani penjualan untuk seluruh wilayah di Indonesia dan persewaan untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojoketo. Berikut katalog produk kami;




















Continue reading Self Business @gowogawan_ : Jasa Sewa Kotak Seserahan, Hantaran, dan Kotak Cincin di Sidoarjo dan Surabaya

Jumat, 05 Februari 2021

Self Edu: Tentang Kurs - Download Kurs Tengah BI (Bank Indonesia) Tahun 2020


Tentang Kurs - Download Kurs Tengah BI (Bank Indonesia) Tahun 2020. Saat ini aku bekerja di perusahaan minyak swasta yang terletak di Mojokerto – Jawa Timur. Selain menjual minyak dalam negeri, perusahaan ini juga menjual minyak ke luar negeri atau dikenal dengan istilah eksport. Ekspor berarti memasarkan dan menjual produk-produk perusahaan ke pembeli di luar negeri. Negara tujuan ekspor meliputi; Malaysia, Colombo- Sri Lanka, dan Singapura. Produk yang dijual oleh perusahaan ini bukanlah produk jadi (finished goods) melainkan produk setengah jadi (fabricating material goods) berupa minyak kelapa mentah (Crude Coconut Oil).
Berbeda dengan penjualan di dalam negeri/domestic, penjualan ekspor dimungkinkan menggunakan beberapa mata uang tergantung tujuan negara ekspornya. Umumnya, mata uang yang banyak digunakan negara-negara dalam perdagangan Internasional adalah Dolar Amerika (USD). Dalam perdagangan Internasional, nilai mata uang antar negara selalu berfluktuasi dari hari ke hari. Minyalnya saja nilai mata uang domestik Rupiah terhadap mata uang asing (foreign currency). Oleh karena itu, Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia setiap hari merilis nilai mata uang Rupiah terhadap beberapa mata uang asing, klik disini
Perbedaan nilai mata uang Rupiah terhadap mata uang asing disebut dengan kurs mata uang. Nilai kurs, dapat dinyatakan dalam bentuk kurs jual dan kurs beli. Penyebutan kurs jual atau kurs beli, ditentukan dari perspektif apakah pihak itu berlaku sebagai penjual/pedagang valas atau pembeli.
Untuk nilai kurs jual, biasanya digunakan bila pedagang valas menjual mata uang ke pembeli. Sementara nilai kurs beli digunakan untuk transaksi pembelian mata uang. Dalam kepentingan penyusunan laporan keuangan, kurs yang digunakan bukanlah kurs jual maupun beli, melainkan kurs tengah. Nah, Kurs tengah Bank Indonesia inilah yang aku gunakan untuk mencatat nilai konversi mata uang asing dalam penyusunan seluruh laporan keuangan (working balance sheet, profit loss, capital statement, & cash flow), dan jurnal penjualan di perusahaan tempatku bekerja.
Untuk mencatat penjualan ekspor dalam akuntansi, yang perlu diperhatikan adalah nilai kurs tengah, nilai CIF (Cost, Insurance, and Freight), pengakuan nilai FOB (Freight on Board), dan laba rugi kurs. Yap, memang agak spesial dibandingkan dengan mencatat penjualan dalam negeri/domestik. Selain pencatatannya yang sedikit berbeda, penjualan ekspor juga menimbulkan Risiko Currency. Maksudnya gimana tuh? Gampangnya gini, kalo penjualan dalam negeri/domestic, ketika invoice penjualan kredit nilainya IDR 50jt, maka uang yang nantinya diterima juga senilai IDR 50jt. Hal ini sangat berbeda dengan penjualan ekspor secara kredit, ketika invoice penjualan tanggal 12 Desember 2020 memiliki nilai $570,50, belum tentu uang yang diterima pada 28 Desember 2020 juga senilai $570,50 (setelah di konversi ke mata uang Rupiah). Pebedaan ini timbul karena adanya selisih kurs yang dirilis pada hari itu atau disebut dengan spot rate. Seperti yang udah aku singgung di awal, bahwa suatu mata uang, dapat mengalami penurunan atau peningkatan terhadap mata uang lain. Kalian pasti pernah dengar istilah Rupiah menguat (appreciation) atau Rupiah melemah (depreciation) kan? Nah, perbedaan antara transaksi penjualan dengan penerimaan kas dari penagihan piutang atas penjualan ekspor secara kredit inilah yang disebut dengan Risiko Currency dalam kegiatan perdagangan internasional.
Untuk kalian yang membutuhkan tabel kurs tengah Bank Indonesia selama tahun 2020, kalian bisa langsung download disini. Tentu saja, source nya dari web BI yaaa. Btw, aku sengaja bikin ginian supaya lebih memudahkan pekerjaanku. Well, di web Bank Indonesia juga tersedia kurs time series (max. download sebulan) yang bisa diunduh dalam bentuk excel, cuman disini aku udah buat selama setahun wkwkwkwk jadi kalo kalian juga butuh, tinggal buka aja tanpa loading ke web BI lagi.

Sekian dulu untuk topik per-kurs an ini. Semoga pekerjaan kalian lancar selalu. Salam hangat,

Selfiana Hanafi. 

Continue reading Self Edu: Tentang Kurs - Download Kurs Tengah BI (Bank Indonesia) Tahun 2020

Sabtu, 30 Januari 2021

Jumat, 29 Januari 2021

Self Edu: Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana)

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang pertimbangan antara invetsasi reksadana atau menabung, kali ini aku akan ngebahas tentang Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana). 
Sebelum menggunakan bibit.id, aku udah pernah pake aplikasi invetasi reksadana yang lain kayak bareksa dan ajaib. Cuman nihh cuman, kedua aplikasi tersebut menurutku terlalu gado-gado untuk aku yang masih pemula ini wkwkwk. So, buat kalian (pemula) yang pingin banget punya investasi reksadana, saranku mending kalian pake bibit.id aja. I highly recommend this! 
Kenapa gitu? Ya, karena bibit menawarkan berbagai keunggulan dan kemudahan investasi reksadana yang tidak disuguhkan oleh platform lainnya. Hanya dengan sekali ketul, kalian udah bisa investasi tanpa ribet wkwkwk canda tul. 

Bibit emang udah terkenal user friendly banget, ngga dipungkiri lagi soalnya bibit udah pake teknologi yang dinamis, jadi bisa menyesuaikan kebutuhan investasi kalian berdasarkan umur, penghasilan, level resiko, dan target hidup yang pingin kalian capai. Mantap payy~
Cara kerja bibit udah dapet izin lisensi dari APERD resmi dari OJK dan Kominfo, jadi bibit udah termasuk platform yang trusted. Cara kerja bibit terdiri dari empat poin:

Auto Risk Profiling; bibit mempelajari profil resiko kalian dengan algorithm tanpa bias. Sebelum kalian mulai berinvestasi, bibit akan mempelajari profil resiko dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan terkait: 1) Usia; 2) Berapa pendapatan dalam satu bulan; 3) Sudah menikah dan memiliki tanggungan keluarga atau tidak (Belum, masih single/Sudah menikah, belum punya tanggungan/Sudah menikah, anak 1/ Sudah menikah, anak 3 atau lebih/Sudah pensiun, atau sudah mapan berkeuangan); 4) Dalam berinvestasi apa yang lebih kalian utamakan (memaksimalkan keuntungan/menghindari kerugian/keduanya sama penting); 5) Berapa nilai total kekayaan yang kalian punya; 6) Jika nilai investasi kalian turun 15% dalam sebulan dengan keadaan pasar yang tidak menentu apa yang bakal kalian lakukan (Jual semua/jual sebagian/simpan semua/beli lagi). Jawaban kalian atas pertanyaan diatas adalah dasar bagi bibit untuk menggolongkan apakah kalian tipe investor moderat, konservatif, atau agresif.

Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana): Kategori Investor Konservatif bibit.id
Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana): Kategori Investor Moderat bibit.id


Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana): Kategori Investor Agresif bibit.id

Kedua, Auto Financial Plan; Kalian bakal dapet rekomendasi portofolio reksadana terbaik berdasarkan tipe investor di poin satu. Ketika kalian top up uang untuk beli reksadana, maka Robo advisor akan otomatis mengalokasikan % atas pasar uang, obligasi, dan saham. Jadi, bibit akan membantu uang kalian ke portofolio reksadana yang emang dibuat khusus untuk kalian menyesuaikan umur, penghasilan, dan tingkat toleransi terhadap resiko. Kalian bisa mulai investasi dengan top-up uang 10rb rupiah. Oiya, untuk yang pingin beli reksadana syariah, di bibit juga bisa kok. Tinggal turn-on opsi preferensi syariah aja. 

Ketiga, Auto Rebalancing; Bibit otomatis akan mempertahankan alokasi investasi kalian secara otomatis. Dalam hal top up uang, kalian ga perlu khawatir uangnya bakal ilang. Bibit itu hanya platform investasi, jadi uang yang kalian invetasikan tidak disimpan oleh bibit, melainkan ditransfer langsung ke bank kustodian dan dikelola oleh perusahaan asset manajemen berlisensi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Nah, bank kustodian inilah yang betugas membantu mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga asset reksadana secara kolektif. Tugas dari Bank Kustodian ini adalah menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana, melakukan pencatatan traksasi asset reksadana, mengirimkan surat konfirmasi transaksi (SKT) sebagai bukti transaksi nasabah, dan mengirimkan laporan bulanan investasi yang akan muncul di dashboard aplikasi bibit. Sedangkan perusahaan asset manajemen berlisensi OJK atau sebut saja manajer investasi, bertugas mengelola uang yang kalian investasikan. Kalian bisa pilih sendiri atau ikut rekomendasi si robo advisor. Kalau misalkan pingin milih manajer investasi sendiri, pastikan kalian update informasi tentang Manajer investasi mana aja yang terbaik di bibit. Caranya bisa liat dari prospetusnya yang bisa di download dari aplikasi bibit, baca artikel tentang 8 partner Asset Management di Bibit yang masuk jadi daftar ManajerInvestasi Terbesar di Indonesia., atau liat akun youtube nya pak Doddy Prayogo.

Keempat, Easy Monitoring; Dengan adanya berbagai kemudahan yang disuguhkan bibit, maka tugas kita sebagai pengguna hanya memantau hasil investasinya aja. 

Tutorial Investasi di Bibit:

Langkah pertama, download aplikasi bibit di playstore/Appstore


Self Edu: Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana) - tampilan bibit di playstore.

Berikutnya, Buka aplikasi bibit dan klik register. Isi tanggal lahir, dan jawab semua pertanyaan yang ada di poin satu sesuai dengan kondisi kalian.


Masukkan nomor telepon.

 


Berikutnya, bibit akan melakukan validasi data kalian dengan meminta swafoto memegang KTP. Proses validasi ini memakan waktu 1-2 hari kerja. Setelah itu, kalian akan bisa mendapatkan kemudahan investasi reksadana. Cara beli reksadana tinggal top-up uang aja. Pembayaran bisa dilakukan melalui gopay, link aja, atau m-banking. Cara jual reksadana bibit juga gampang banget, kalian tinggal tulis aja berapa nominal yang mau dicairkan. Proses pencairan dana atas penjualan reksadana memakan waktu kurang lebih tujuh hari. Kalo dah lewat tujuh hari, reksadana yang terjual bakal auto masuk ke nomor rekening kalian (yang udah nyambung sama aplikasi bibit). Semudah itu. Oiya, untuk yang pingin tau kenapa kok butuh waktu tujuh hari, langsung aja baca artikelnya disini, Kenapa pencairan reksadana bisa sampai tujuh hari kerja?

Review 3 bulan Investasi bibit

Di bibit.id, aku buka dua investasi reksadana yaitu dana pensiun dan dana tabungan. Sebenernya untuk dana pensiun aku udah dapet dari kantor tempatku kerja a.k.a BPJS Ketenagakerjaan. Cuman yaudahlah yaaaa gapapa, ga ada salahnya juga wkwkwkw. Tiap bulannya aku menyisihkan uang buat top up ke reksadana 600rb. Untuk dana pensiun 500rb, dan 100rb untuk dana tabungan. Sejujurnya aku jugak belum kepikiran uang itu nantinya bakal dipake buat apa, ya pokonya top up dulu aja (sekedar ngebangun kebiasaan investasi reksadana). Setelah 3 bulan top-up, nilai portofolioku 1,8jt dan mendapatkan imbal hasil per 15 Januari 2021 +7.8%. Kalo dirupiahkan, imbal hasilnya sekitar 140rb. Kok dikit? wkwkwkw sodara-sodara sekalian, besar kecilnya imbal hasil dipengaruhi oleh banyak hal yaa, termasuk nilai portofolionya. Kalo nilai portofolionya 600jt yaa udah lumayan kan +7.8% nya dapet berapa hehehe. Jadi, menurutku persentase imbal hasil segitu udah lebih baik ketimbang nabung di celengan.

Sekian dulu untuk postingan kali ini. Selamat membangun kebiasaan investasi yaaa.

Ditulis oleh aku yang lagi menikmati Sabtu yang sendu.

Selfiana Hanafi.



Continue reading Self Edu: Tutorial + Review 3 bulan Investasi Bibit (Bibit Investasi Reksadana)

Senin, 14 Desember 2020

Self Edu: Lebih baik investasi Reksadana atau Menabung?

Sebelum aku membahas tentang tips investasi reksadana, aku bakal sedikit mengulik tentang investasi itu sendiri. Kenapaaa sih harus investasi?? Kenapa ngga nabung aja??? Here we go,

Tingginya kebutuhan hidup seseorang dan tingkat inflasi di Indonesia dari tahun ke tahun menjadi alasan yang logic kenapa seseorang memutuskan untuk berinvestasi. Bayangkan saja, harga terus meningkat sedangkan pemasukan dan dana tabungan masih tetap sama. Jika beralih ke Investasi, maka investasi akan lebih bisa menjaga nilai rencana keuangan dimasa mendatang. Tidak masalah jika gaji yang diterima hanya berkisar 4-5 juta, asalkan mampu mengelola rencana finansial dengan baik. 

Inflasi membuat nilai uang dalam tabungan kalian semakin berkurang. Loh, kan ada bunga? Faktanya,  suku bunga yang diberikan oleh bank itu tidak mengikuti laju inflasi. Fyi, bunga yang diberikan bank sejatinya hanya mengimbangi efek negatif dari inflasinya saja. Belum lagi nanti ketambahan dosa karena kena ribanya.

“Trus gimana? Apa sebaiknya gausa nabung?”

Ngga dong! Nabung boleh aja tapi investasi juga jangan ditinggal. Saat ini, saving/menabung sudah tidak mampu lagi menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan finansial seseorang di masa depan. Hal ini karena kita tahu bahwa menabung tidak memberikan imbal hasil layaknya berinvestasi.

“Kok bisa gitu?”

Adanya kenaikan tingkat harga (inflasi) yang terjadi setiap tahun akan semakin tinggi, maka kegiatan investasi harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kemampuan daya beli di masa depan. Sebab potensi keuntungan (return/imbal hasil) yang dihasilkan dari kegiatan investasi bisa lebih besar dan mampu melawan inflasi yang terjadi. Tentu saja itu tidak berlaku untuk kegiatan menabung.

Tsadissss ga tuh kalo nulis blog pake statement Karya Tulis Ilmiah gini? wkwkwkw mantap.

Secara garis besar, investasi adalah kegiatan menempatkan sejumlah dana pada instrumen investasi (Mulai dari saham, reksadana, pasar uang, obligasi dan lain sebagainya) dengan harapan akan memperoleh nilai tambah (passive income) dimasa yang akan datang. 

Jika kalian adalah seseorang yang bekerja dan memiliki pendapatan/income, maka secara umum pendapatan itu dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu active dan passive income. Active income bisa diperoleh jika kalian telah melakukan hal-hal tertentu, misalnya bekerja. Sedangkan passive income merupakan pendapatan yang diperoleh dari memanfaatkan materi yang kalian miliki. Passive income dapat datang dengan sendirinya, 'hanya dan hanya jika' kalian telah mendapatkan hasil dari kegiatan investasi atas sejumlah uang/aset. 

Contoh: Pak Abu bekerja sebagai staf dan mendapat gaji bulanan (active income), kemudian Pak Abu mengalokasikan gajinya untuk membangun kos-kosan (dalam hal ini instrumen investasinya berupa bangunan/investasi riil). Setelah terbangun, kos-kosan tersebut disewakan. Nah, pendapatan atas sewa kos bisa disebut sebagai passive income karena Pak Abu memperolehnya tanpa melakukan pekerjaan apapun, melainkan dihasilkan karena kegiatan investasi.

Hmmm enak kan ya? Active income ada, passive income jalan terus. Hihihihihi

Berdasarkan contoh diatas, kita tahu bahwa tidak semua orang bisa mengelola active income layaknya Pak Abu. Belum lagi investasi untuk membangun kos-kosan pasti membutuhkan uang yang besar, artinya tidak cukup 1-5 juta. Ada saja kondisi yang membuat seseorang pesimis untuk bisa memiliki passive income.

“Jangankan untuk investasi, untuk kebutuhan diri sendiri aja masih mepet banget”.

Kalo kondisinya semacam ini, bukan berarti kalian ngga bisa dapet passive income. Masih bisa banget kok, santuy.

“Caranya gimana?”

Mudah aja, kalian tinggal pinter-pinter memilih instrumen investasi yang cocok dengan kondisi keuangan kalian. Dunia perinvestasian membagi jenis investasi menjadi dua yaitu investasi riil dan non riil. Investasi riil merupakan investasi terhadap material seperti emas, property, tanah, bangunan, dan karya seni. Sementara investasi non riil merupakan investasi terhadap produk keuangan seperti saham, reksadana, obligasi, dan pasar uang.

Sesuai judul diatas, kali ini aku bakal bahas investasi reksadana. Dikutip dari website resmi Bursa Efek Indonesia (idx.co.id), Reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh manajer investasi. Yap! Jadi reksadana ini adalah model investasi dengan cara mengumpulkan dana yang dimiliki untuk dikelola dalam berbagai instrumen keuangan.

“Siapa yang mengelola?”

Yang mengelola adalah manajer investasi. Cara kerjanya hampir sama dengan menabung. Bedanya kalo nabung kan duitnya dipercayakan ke bank, kalo reksa dana dipercayakan ke manajer investasi. Manajer investasi inilah yang nantinya akan mengelola dana kita untuk mendapatkan imbal hasil. Salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan mengenai cara investasi reksadana yang menguntungkan adalah memilih manajer investasi yang tepat. Reksadana berarti akan mempercayakan dana yang dimiliki untuk dikelola orang lain. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan tempat investasi yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemilihan manajer investasi juga penting dalam cara investasi reksadana lebih lanjut diantaranya karena masing-masing pasti memiliki fee yang dapat berbeda-beda. Sebelum memastikan pilihan, ada baiknya memahami setiap biaya (expense ratio) yang mungkin dikenakan oleh manajer investasi.


Tampilan Home Aplikasi Bibit.id


“Kenapa harus reksadana?”

Menurutku reksadana itu adalah instrumen investasi yang minim resiko. Kita bisa banget milih manajer investasi yang terpercaya dengan membaca prospektusnya terlebih dahulu. Enaknya, bahkan beberapa platform memberikan fasilitas bebas biaya beli dan jual, uang bisa disetor dan diambil kapanpun karena tidak ada batasan minimal berapa tahun layaknya deposito (3-7 hari bisa balik dan auto masuk ke rekening). Dibandingkan menabung-deposito, reksadana lebih oke karena imbal hasil/return yang diperoleh tidak dipotong pajak. Keuntungan investasi reksadana lainnya adalah kita ngga perlu memulai dari nominal yang besar, bahkan di beberapa platform udah bisa mulai investasi dengan setor 10 ribu rupiah saja.   

“Jadi mana yang lebih baik? Nabung atau Investasi Reksadana?”

Aku sendiri balance yaa. Pro nabung dan juga pro investasi, keduanya sama-sama baik tinggal nanti atur berapa persen nabung, dan berapa persen investasi. Oiya, ada beberapa hal yang musti dicatat sebelum mulai invetasi reksadana. Bisa dibilang ini tips ala-ala deh yaaa:

1.      Pastiin jasa investasi dan manajer investasi yang akan digunakan terdaftar di OJK. Cara ceknya SO EASY, tinggal buka ojk.go.id Pastikan kalo itu bukan lembaga yang bodong. Perhatikan identitas perusahaannya. Nama, alamat, dan lain-lain. Liat apakah perusahaannya fiktif atau enggak.

2.      Pilih manajer investasi yang punya izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reska Dana - orangnya) dan bekerja di perusahaan APERD (Agen Penjual Efek Reksadana - perusahaanya).

3.      Pake aplikasi bibit. Aku menyarankan karena aku juga pake aplikasi ini untuk investasi.  

4.      Yok mulai bangun kebiasaan untuk menyisahkan uang diawal, entah itu untuk investasi/nabung. Kalau aku pribadi menetapkan standar minimal setor 15%-25% dari gaji untuk nabung/investasi. Nah, dari 15% itu dialokasikan lagi berapa % untuk nabung dan berapa % untuk investasi reksadana. Tentu saja, % investasi reksadana lebih besar.  

 Ditulis oleh aku yang mulai rajin top-up untuk nabung ketimbang belanja online,

Selfiana Hanafi 



Continue reading Self Edu: Lebih baik investasi Reksadana atau Menabung?